IDUL ADHA 2013 : Bupati Sleman Sebut Kurban Mengajarkan Cinta

Ilustrasi penyembelihan hewan kurban (JIBI/Harian Jogja - Antara)
15 Oktober 2013 15:35 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Bupati Sleman Sri Purnomo mengungkapkan ibadah kurban hewan ternak pada Hari Raya Iduladha mengajarkan manusia untuk mencintai Allah melebihi apapun.

Dalam sambutan saat salat Iduladha di halaman masjid Ulil Albab Universitas Islam Indonesia (UII), Selasa (15/10/2013), ia menyampaikan sejarah penyembelihan hewan kurban yang melibatkan Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS.

"Peristiwa tersebut mengajarkan umat Islam untuk mencintai Tuhan lebih dari apapun," katanya.

Dikisahkan Ibrahim yang telah berkeluarga dalam kurun waktu lama namun belum juga dikaruniai anak. Ketika diberi putera satu-satunya, Ismail, Ibrahim mendapat perintah untuk menyembelih lewat mimpi.

Setelah berdiskusi, keduanya pun ikhlas dengan penuh kesabaran untuk melaksanakannya. Kisah itu, kata Purnomo, mengajarkan setiap muslim untuk bersabar dan mencintai Allah melebihi cinta pada diri sendiri, keluarga dan harta benda yang dimiliki.

Dalam kisah disebutkan, atas keikhlasan Ibrahim dan kerelaan Ismail, Allah mengganti Ismail dengan seekor hewan kurban yang besar.

“Umat Islam seharusnya bisa mencontoh ketaatan Nabi Ibrahim dengan mendahulukan perintah Alllah,” ujarnya di hadapan jama’ah .

Purnomo melanjutkan, ibadah kurban juga mengajarkan umat Islam untuk bersyukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan. Ibadah ini juga mengandung hikmah untuk menghidupkan sunnah Ibrahim sebagai kekasih Allah bahwa di hari raya kurban ini, tiada amal paling baik kecuali mengalirkan darah kurban yang tujuannya untuk mendapatkan rida dan mendekatkan diri pada Allah.

“Ibadah kurban lebih baik dari apapun yang kita sedekahkan di hari ini, bahkan dengan nilai berkali lipat,” terangnya.

Hikmah lainnya, lanjut Purnomo, ibadah kurban juga menumbuhkan rasa solidaritas sosial. Dengan berkurban, kepedulian sosial sesama manusia akan tumbuh, saling membantu memberikan apa yang dimiliki kepada orang lain bukan sebaliknya merebut kepunyaan orang lain.

“Semangat kurban merupakan semangat gotong-royong, saling membantu sesama manusia sehingga terhindar dari sifat saling membenci, mencemooh bahkan saling membunuh seperti yang kita saksikan di berbagai media,” tegasnya.