Lukisan Bagong Kussudihardja Jadi Gerakan Tari

28 Oktober 2013 09:40 WIB Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Seniman Bagong Kussudiardja dikenal sebagai seniman multi talenta. Selain piawai menari, ayah dua seniman kondang Butet Kertaredjasa dan Djaduk Ferianto ini juga dikenal sebagai pelukis yang produktif.

Di Padepokan Seni Bagong Kussudiharja, saat ini tersimpan setidaknya 400 karya lukis beserta sketsa yang dibuat Bagong saat masih hidup.

Sabtu (27/10/2013) malam dalam acara Jagongan Wagen bertajuk Gerak Gerik Garis di Padepokan Seni Bagong Kussudiharja, Desa Kembaran, Kelurahan Tamantirto, Kasihan, sebanyak enam penari dengan berbagai latar belakang disiplin ilmu mencoba menafsir karya lukis yang dibuat Bagong menjadi sebuah gerakan tari.

Lengkungan garis, warna, gerak garis yang ada di lukisan dijadikan pijakan bagi para penari untuk membuat gerakan.

Secara keseluruhan, para penari menafsir dengan tarian kontemporer dengan dominasi gerakan yang terlihat dinamis dan enerjik. Beberapa gerakan itu bahkan seperti dalam tari balet.

"Masing-masing orang tentu memiliki penafsiran yang bermacam-macam terhadap karya lukis Bagong. Kami juga memiliki penafsiran berbeda terhadap lukisan Bagong tersebut," kata Indriarti Kussnowari, salah satu penari kepada Harian Jogja, seusai pementasan.

Ricky Setiawan, Develepmont Program Jagongan Wagen mengungkapkan, pentas Gerak Gerik Garis digelar karena Padepokan Seni Bagong Kussudiharja menyimpan banyak arsip seni, termasuk lukisan Bagong.

Menurutnya, akan sangat sayang jika lukisan itu hanya menjadi koleksi arsip. "Karena itu kami pun memiliki ide bagaimana jika lukisan itu direspons menjadi sebuah gerak tari," katanya.

Ricky melihat sumber inspirasi sejatinya bisa datang dari manapun termasuk lukisan yang notabene hanya merupakan pemandangan visual jika seniman mau menggali lebih dalam.