Sekolah Vokasi UGM Habiskan Rp1,3 Miliar untuk 135 Penelitian

28 Oktober 2013 06:52 WIB Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Diusia ke 4 tahun ini, Sekolah Vokasi (SV) UGM akan meningkatkan penelitian terapan. Kebijakan tersebut bertujuan untuk menghasilkan teknologi tepat guna bagi masyarakat.

Wakil Direktur Bidang Kerjasama, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat SV UGM Ma'un Budiyanto mengatakan, riset-riset dosen akan lebih diberdayakan pada penelitian tepat guna. Hal itu sesuai dengan semangat SV untuk melaksanakan program pemberdayaan masyarakat.

Tahun ini, sambungnya, terdapat 135 judul penelitian dengan dana sekitar Rp1,3 M selain itu masih ada 14 judul penelitian hibah dari UGM. "Semua program studi menerapkan penelitian tepat guna disegala bidang," ujarnya kepada di sela Dies Natalis SV UGM, Minggu (27/10 2013).

Salah satu teknologi yang akan segera dilaunching adalah aplikasi wisata di Ponsel berbasis Android. Aplikasi tersebut, terangnya, terintegrasi dengan google.map dan berisi sejarah dari lokasi wisata unggulan di wilayah DIY seperti Kraton Ngayogyakarta dan Tugu Jogja.

"Contoh lainnya, Candi Prambanan. Selain menunjukkan lokasinya, nanti dipaparkan sejarahnya. Jadi Ponsel Android tidak hanya digunakan sebagai game tetapi juga memuat unsur edukasinya," jelas Ma'un.

Hingga kini, lanjutnya, SV UGM menghasilan banyak teknologi aplikatif yang dibutuhkan masyarakat. Misalnya alat pencacah rumput untuk ternak dan pembuat batako yang berstandar SNI. Langkah tersebut, sambung Ma'un juga bertujuan agar perekonomian masyarakat bisa berkembang.

"Dengan menggunakan teknologi terapan, pendapatan masyarakat bisa meningkat karena dari segi kualitas hasilnya baik dan waktu untuk menyelesaikan pekerjaannya bisa lebih pendek," katanya.

Selain itu, pihaknya juga mendampingi 60 sekolah SMA-SMK negeri dan swasta di DIY untuk menghasilkan teknologi terapan yang dilakukan oleh siswa. Termasuk sosialisasi keberadaan SV UGM kepada para siswa.

Hingga usia keempat tahun ini, jumlah peminat untuk mendaftar ke SV UGM meningkat mencapai 11.600 orang. Padahal, di tahun sebelumnya jumlah pendaftar hanya mencapai 6.000 orang.
(Abdul Hamied Razaq/JIBI/Harian Jogja)