PENIPUAN Masuk UGM : UGM Tahu Sejak Lama

08 Februari 2014 02:43 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN– Terbongkarnya kasus penipuan calon mahasiswa baru (maba) Fakultas Kedokteran UGM sebenarnya sudah diketahui oleh pengelola UGM setahun lalu. Sejak terendus, UGM pun melakukan investigasi internal.

Dari hasil investigasi tersebut, pengelola menemukan indikasi keterlibatan salah seorang stafnya dalam proses penipuan itu. Namun, hasil investigasi tersebut tidak dapat diproses oleh kepolisian lantaran saat itu belum ada satupun korban yang melapor.

"Kemudian, kasus ini ditangani oleh pihak kepolisian karena ada korban yang melapor," ujar Wakil Rektor Bidang SDM dan Aset UGM Prof. Budi Santoso Wignyosukarto, Jumat (7/2/2014) di UGM.

Anehnya, nama pegawai yang terlibat dan menjabat sebagai salah satu karyawan di bagian administrasi UGM, yang berhasil diungkap pihak kepolisian ternyata berbeda dengan nama hasil investigasi yang dilakukan di internal UGM. "Nama oknumnya berbeda dan dia mengakui terlibat [aksi penipuan]. Bukan Budi Purwanto yang diungkap media. Tetapi, nama bimbingan belajarnya sama CV Jogja Education. Perbedaan nama inilah yang kami tidak ingin gegabah," ujar Budi.

Untuk itu, pihaknya berencana akan mengirim staf ke Polres Sleman untuk mengklarifikasi kebenaran tersangka penipuan penerimaan mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM yang kini menjadi tahanan Polres Sleman. Klarifikasi tersebut dilakukan untuk membuktikan hasil investigasi terhadap pegawai UGM sendiri yang diindikasi menipu.

“Kami tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. Karenanya perlu ada klarifikasi apakah orang yang ditangkap kemarin itu sama dengan oknum orang dalam yang kami curigai dan sudah kami investigasi selama satu tahun ini,” tegas Budi.