12 Rumah di Gunungkidul Rusak Tertimpa Pohon

11 Februari 2014 16:04 WIB Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Sedikitnya 12 rumah warga rusak tertimpa pohon tumbang di Tiga kecamatan di Gunungkidul saat hujan disertai angin kencang, Minggu (9/2/2014).

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul ketiga kecamatan tersebut adalah Kecamatan Patuk, Rongkop dan Kecamatan Girisubo. di Patuk angin kencang merusak 7 rumah yaitu rumah milik Sujadi, 59, Budi Warsito, 60, Sukeni, 45, Harto, 90, Rubiyo, 65, Sunaryo, 50, Supirmadiyono,45.

Sementara di Rongkop ada empat rumah rusak yaitu milik Sugino, 30, Cipto Suwito, 65, Sumo Wiharjo, 62, dan Sanusi, 48, keempatnya warga Desa Melikan, Kecamatan Rongkop. Adapun di Girisubo rumah milik Waginem, 70, warga Karangawen, yang rusak dibagian atap.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Budi Harjo, mengatakan, kerusakan 12 rumah warga terjadi saat peristiwa hujan disertai angin kencang Minggu sore, pukul 16.30 WIB. Angin kencang yang melanda, kata Budi, menyebabkan banyak pohon yang tumbang dan menimpa rumah. Sebagian rumah rusak berat dan sebagian lainnya rusak ringan

“Tidak ada korban jiwa. Namun kerusakan rata-rata dibagian atap karena tertimpa pohon tumbang,” kata Budi, di kantornya, Senin (10/2/2014).

Kejadian tersebut, kata Budi juga sempat menyebabkan putusnya aliran listrik di wilayah Patuk. Namun demikian pihaknya bersama TNI-Polri, relawan dan masyarakat sudah berupaya melakukan kerja bakti memperbaiki rumah warga yang rusak.

“Kalau untuk kerugian totalnya masih kita hitung,” kata Budi.

Budi berharap masyarakat untuk tetap waspada karena curah hujan dan angin masih terjadi sampai akhir Februari mendatang.

Kerusakan rumah terparah dialami warga Dusun Wonosari, Desa Salak, Kecamatan Patuk Sujadi, 59. Hampir seluruh atap rumah hancur akibat akibat tertimpa pohon jati yang tumbang di belakang rumahnya. Bahkan hingga Senin, siang Sujadi belum bisa memasang atap kembali. Sujadi terpaksa menutupi atapnya dengan terpal untuk melindungi diri dari guyuran hujan. “Yang masang terpal juga ini dibantu warga,” kata dia.

Meski demikian, Sujadi masih bersyukur karena saat kejadian tidak ada anggota keluarganya yang jadi korban dalam peristiwa ambruknya pohon jati menimpa rumahnya. (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)