Dinkes dan BPBD Sleman Sebar Ribuan Boks Masker

15 Februari 2014 15:04 WIB Rima Sekarani Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Abu vulkanik akibat letusan Gunung Kelud, Jawa Timur, menyebar hingga wilayah Kabupaten Sleman. Kondisi tersebut dirasa mengganggu bagi masyarakat yang beraktivitas di luar. Debu dari abu vulaknik dapat mengganggu pernapasan dan penglihatan.

Melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Pemkab Sleman menyalurkan masker gratis untuk masyarakat melalui puskesmas terdekat. “Semua puskesmas di seluruh wilayah Sleman sudah disebar [masker] semua,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Mafilindati Nuraini.

Selain puskesmas, disediakan pula stok masked di Dinas Kesehatan. “Beberapa ada yang mengambil di Dinkes, misalnya kantor pemerintahan,” papar perempuan yang akbar disapa Linda.

Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman juga melakukan aksi yang serupa. “Sampai pukul 10.00 WIB, kami sudah menyebar 60.000 boks masker. Itu pun masih kurang karena masih banyak permintaan,” kata Kepala BPBD Kabupaten Sleman, Julisetiono Dwi Wasito.

BPBD membagikan masker dengan menyediakannya di posko serta turun langsung ke beberapa titik jalan yang ramai dilalui masyarakat.

Kepada Harian Jogja, Julisetiono mengaku menyayangkan beberapa pihak yang memanfaatkan situasi hujan abu untuk berjualan masker dengan harga yang tinggi. “Misalnya di simpang empat Monumen Jogja kembali [Monjali], saya lihat banyak yang dijual. Harganya Rp 5.000 cuma dapat dua,” ungkapnya.