DAMPAK LETUSAN KELUD : Hotel di Jogja Alami Kerugian hingga Rp2 Miliar

16 Februari 2014 11:41 WIB Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Hotel-hotel di DIY diperkirakan mengalami kerugian selama sepekan ke depan sebesar Rp2 miliar.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Istidjab mengatakan kerugian sebesar Rp2 miliar tersebut disebabkan seluruh pemesanan Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) di hotel-hotel DIY pada 17-21 Februari 2014 dibatalkan. Bahkan, hotel yang dipimpinnya Grand Quality alami kerugian Rp600 juta.

Pembatalan ini dibatalkan lantaran informasi mengenai pembukaan Bandara Adisucipto maupun tiga Bandara lain seperti Adi Sumarmo-Solo, Ahmad Yani-Semarang dan Juanda-Surabaya, kala itu belum dapat dipastikan. Adapun pintu gerbang keluar masuk DIY mayoritas menggunakan angkutan darat.

"Kita sedih dengan adanya ini [debu vulkanik dari Gunung Kelud], abu ini lebih besar daripada erupsi Gunung Merapi 2010," jelasnya kemarin (15/2/2014) di Omah Pari, Wirobrajan.

Dibanding hujan abu pada November 2010 yang ditimbulkan Gunung Merapi, dia melihat potensi kerugian debu vulkanik kali ini lebih besar. Namun dampak yang dirasakan pemerintahan lebih luas saat erupsi Gunung Merapi lantaran gunung tersebut berada di DIY.

Istidjab menegaskan situasi ini tidak akan berpengaruh besar terhadap dunia pariwisata maupun perekonomian DIY. Sebab Januari-Maret masih merupakan low season dengan rata-rata okupansi 55%, kecuali bagi hotel di Ring 1. (Mediani Dyah Natalia/JIBI/Harian Jogja)