Wonogiri Putar Haluan Ekonomi, Pariwisata dan Ekraf Jadi Andalan Baru
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Harianjogja.com, JOGJA-Hotel-hotel di DIY diperkirakan mengalami kerugian selama sepekan ke depan sebesar Rp2 miliar.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Istidjab mengatakan kerugian sebesar Rp2 miliar tersebut disebabkan seluruh pemesanan Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) di hotel-hotel DIY pada 17-21 Februari 2014 dibatalkan. Bahkan, hotel yang dipimpinnya Grand Quality alami kerugian Rp600 juta.
Pembatalan ini dibatalkan lantaran informasi mengenai pembukaan Bandara Adisucipto maupun tiga Bandara lain seperti Adi Sumarmo-Solo, Ahmad Yani-Semarang dan Juanda-Surabaya, kala itu belum dapat dipastikan. Adapun pintu gerbang keluar masuk DIY mayoritas menggunakan angkutan darat.
"Kita sedih dengan adanya ini [debu vulkanik dari Gunung Kelud], abu ini lebih besar daripada erupsi Gunung Merapi 2010," jelasnya kemarin (15/2/2014) di Omah Pari, Wirobrajan.
Dibanding hujan abu pada November 2010 yang ditimbulkan Gunung Merapi, dia melihat potensi kerugian debu vulkanik kali ini lebih besar. Namun dampak yang dirasakan pemerintahan lebih luas saat erupsi Gunung Merapi lantaran gunung tersebut berada di DIY.
Istidjab menegaskan situasi ini tidak akan berpengaruh besar terhadap dunia pariwisata maupun perekonomian DIY. Sebab Januari-Maret masih merupakan low season dengan rata-rata okupansi 55%, kecuali bagi hotel di Ring 1. (Mediani Dyah Natalia/JIBI/Harian Jogja)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Para pesepeda dari dalam dan luar negeri mengikuti ajang International Veteran Cycle Association Rally (IVCA Rally) 2026, Kamis (21/5/2026)
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.