ABU KELUD : Sultan Canangkan Jogja Bersih-bersih

HarianJogja/Gigih M. HanafiAbdi Dalem Keraton Yogyakarta membersihkan abu vulkanik di kompleks Keraton Yogyakarta, Jogja, Minggu (16 - 2). Tidak turunnya hujan dalam beberapa hari terakhir menyebabkan proses bersih/bersih berjalan lambat karena tebalnya abu vulkanik dari Gunung Kelud di Jawa Timur tersebut. Keraton ditutup sementara untuk wisatawan.
16 Februari 2014 21:20 WIB Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Untuk mempercepat kembali berputarnya roda perekonomian DIY dari gangguan abu vulkanik Gunung Kelud, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menggerakan Jogja bersih dengan kebersamaan selama dua hari.

Kebijakan itu diputuskan setelah Gubernur menggelar rapat koordinasi tanggap darurat dengan seluruh bupati/walikota, di Kompleks Kepatihan, Jl Malioboro, Minggu (16/2/2014).

“Harapan saya, Senin [17/2/2014], Selasa [18/2/2014] marilah bersama-sama agar Jogja bersih dengan kebersamaan, sehingga Rabu bersih. Kalau tidak, ekonomi tidak segera berputar,” ujar Sultan.

Percepatan Jogja bersih, kata Sultan, juga bertujuan meminimalisasi gangguan saluran pernapasan dan penyakit mata. Menurut Sultan, kebersamaan penting agar seluruh sudut kota dapat bersih secara bersamaan, kalau tidak, abu hanya akan berpindah ke tempat yang lain ketika terkena tiupan angin.

Karena itu, Raja Kraton Ngayogyakarta itu mengharapkan partisipasi seluruh masyarakat. “Tidak hanya pedagang tradisional tapi yang merasa punya toko ya ikut partisipasi,” pintanya.

Menurut Sultan, rumah sakit juga tidak akan luput dari pembersihan yang dilakukan relawan, karena gedung rumah sakit vital. Pasien bisa-bisa tambah sakit ketika rumah sakit tidak terbebas dari abu
vulkanik.