DAMPAK LETUSAN KELUD : Pasokan Sayuran di Bantul Terganggu

16 Februari 2014 14:10 WIB Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Pasokan pangan berupa sayur mayur di Kabupaten Bantul mulai terganggu akibat dampak abu vulkanik dari letusan Gunung Kelud Kamis (13/2/2014) malam lalu.

Pantauan media ini Sabtu (15/2/2014) di pasar tradisional di Bantul, pasokan sayur dari pengepul luar daerah kosong sepangjang Sabtu. Diantaranya terjadi di Pasar Bantengan, Wonocatur, Banguntapan.

Puji, 38 salah seorang pedagang sayur di Pasar Bantengan mengungkapkan, sejak pagi hingga siang ia hanya menjual sisa barang dagangan yang belum laku sejak Kamis (13/2/2014). Sebab menurutnya, pengepul yang biasa mengantar pasokan sayur tidak datang.

"Katanya enggak ada yang metik [memanen] sayur gara-gara kena abu tanamannya, jadi kosong," ungkap Puji ditemui Sabtu (15/2/2014).

Sementara itu, pedagang sayur keliling yang biasa beroperasi di perumahan warga menurutnya juga berhenti berjualan. Sebab, sejak pagi tidak ada satu pun pedagang sayur keliling yang kulakan barang dagangan ke dirinya. "Biasanya ada yang beli, sekarang enggak ada," ujarnya.

Bariyah, pedagang lainnya menuturkan, pengepul sayur dari daerah Magelang yang biasa menyuplai sayuran ke Pasar Induk Giwangan tidak beroperasi sepanjang Sabtu. "Saya biasanya kulakan di Pasar Giwangan tapi enggak ada. Yang dari Magelang enggak datang," imbuhnya.

Akibatnya beberapa sayuran seperti sawi putih, kangkung dan bayam langka. Bariyah hanya menjual sisa barang dagangan yang tidak laku di hari sebelumnya.

Selain suplai terganggu, pembeli menurutnya juga menurun drastis sejak Jumat (14/2/2014). Akibatnya para pedagang sebagian tidak berjualan karena barang yang dijual kebanyakan tidak laku. (Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja)