DAMPAK LETUSAN KELUD: Hotel di Jogja Banyak Terima Pembatalan

JIBI/Desi SuryantoSejumlah pekerja memasang pagar pembatas jalan di persimpangan sisi barat laut Hotel Inna Garuda di Jalan Malioboro, Yogyakarta, Jumat (27/12 - 2013). Pagar berbahan besi dengan tulisan Malioboro itu dapat dilipat seperti halnya pintu gerbang, kehadiran pagar baru itu menggantikan pagar pembatas jalan sebelumnya yang berwujud aksara jawa yang unik nan khas.
17 Februari 2014 16:05 WIB Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dampak abu vulkanik Gunung Kelud sangat dirasakan para pelaku wisata di Jogja, salah satunya pengusaha perhotelan.

Hotel-hotel banyak yang menerima pembetalan wisatawan yang berencana menginap di Jogja. The Sahid Rich Hotel Jogja menerima satu pembatalan yang dilakukan pada Jumat dan Sabtu lalu.

Konsumen yang minta dibatalkan adalah yang ingin berlibur ke Jogja.

Director of Sales Marketing The Sahid Rich Jogja Hotel, Joko Paromo mengatakan ada pembatalan namun tujuan mereka berlibur di Jogja. Itupun tidak begitu berpengaruh besar terhadap jumlah penginap secara umum.

“Kami menghormati keputusan mereka karena memang kondisi Jogja pada tiga hari belakangan memang masih banyak abu vulkanik,” kata Joko, Minggu (16/2/2014).

Joko menambahkan, jika untuk urusan bisnis masih banyak orang yang tidak membatalkan penginapannya. Mereka tetap datang ke Jogja untuk melakukan pertemuan tersebut.

“Kami menanyakan pada beberapa pengunjung yang urusannya bisnis, ternyata masih ada yang datang. Jadi memang tergantung kepentingan ke Jogja mau ngapain,” jelas Joko.

Di sisi lain, PR Grand Aston Jogja, Deary Regina mengatakan di tempatnya juga ada pembatalan beberapa calon wisatawan. Dia mengaku pembatalan ini karena mereka melihat kondisi Jogja yang masih diselimuti abu vulkanik.

“Memang ada pembatalan kemarin Jumat dan Sabtu. Namun sekarang sudah normal kembali. Pembatalan lantaran melihat abu yang masih tebal di Jogja,” kata Regina.