DAMPAK LETUSAN KELUD : Sultan Tinjau Pelaksanaan Tanggap Darurat

17 Februari 2014 17:08 WIB Redaksi Solopos Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X melakukan peninjauan langsung terhadap proses pelaksanaan tanggap darurat abu vulkanik di sejumlah lokasi di DIY.

Selama melakukan peninjauan, Sultan di dampingi Kapolda DIY Brigjen Haka Astana, Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti, Kapolres Kota Jogja AKPB Slamet Santoso, dan Komandan Kodim 0734 Kota Jogja Letnan Kolonel Ananta Wira, dan berbagai pihak lain.

Sultan mengawali peninjauan di Kecamatan Jetis Jogja dengan melakukan apel pagi yang diikuti sejumlah elemen masyarakat, dan kemudian melakukan peninjauan dengan berjalan kaki menyusuri Jalan Diponegoro ke Pasar Kranggan.

Di sepanjang jalan, seluruh elemen masyarakat yang dibantu TNI dan kepolisian melakukan pembersihan jalan dari abu vulkanik. Abu dimasukkan ke dalam karung dan dikumpulkan di tepi jalan.

Di dalam pasar, Sultan menyapa pedagang dan meminta pedagang pasar tradisional untuk ikut berpartisipasi membersihkan pasar dari tumpukan debu vulkanik agar kegiatan ekonomi bisa kembali pulih.

Sultan kemudian berjalan kaki menuju sejumlah sekolah yang berada di Jalan A.M. Sangaji, yaitu di SD Jetisharjo dan di SMA Negeri 11 untuk melihat secara langsung proses pembersihan sekolah.

"Kekuatan Yogyakarta adalah pada faktor kebersamaan. Kebersamaan ini menjadi bagian penting untuk memulihkan Yogyakarta agar cepat bersih dan kegiatan ekonomi berjalan baik. Tidak ada pilihan, selain segera membersihkan Yogyakarta," katanya.

Kegiatan gotong royong membersihkan fasilitas umum, ekonomi, dan pendidikan akan dilakukan hingga Selasa (18/2/2014) dan diharapkan seluruh kegiatan sudah berangsur pulih pada Rabu (19/2/2014).

Pemerintah DIY telah menetapkan status tanggap darurat abu vulkanik hingga Kamis (20/2/2014).

"Jika dalam waktu dua hari sudah kembali normal maka status tanggap darurat akan dihentikan. Pemerintah akan tetap melakukan evaluasi," katanya.

Selama peninjauan, Sultan juga melakukan "teleconference" dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menyampaikan kondisi terkini di Yogyakarta dan berbagai upaya yang sudah dilakukan.