Jenazah KH Zainal Abidin Munnawir Dimakamkan

17 Februari 2014 11:49 WIB Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Warga Jogja kembali berduka atas berpulangnya tokoh Nahdlatul Ulama (NU) KH Zainal Abidin Munawir, Sabtu (15/2/2014) sekitar pukul 18.30 WIB di kompleks Pondok Pesantren Al Munnawir, Krapyak, Kecamatan Sewon.

Ribuan umat islam, tokoh, pejabat, pegiat lintas agama turut mendoakan dan menghantarkan jenazah almarhum di tempat peristirahatan terakhir di pemakaman Sorowajan tak jauh dari Pondok Pesantren terbesar di DIY, Minggu (16/2/2014).

Almarhum dipanggil Tuhan di usia 85 tahun setelah sebelumnya mengalami sakit dan beberapa lama menjalani perawatan di RS Sardjito Jogja. Namun karena keadaanya sudah membaik KH Zainal sudah diperbolehkan pulang dan beristirahat di rumah.

Jenazah almarhum dimakamkan di samping makam KH Sofyan dengan diiringi doa di sepanjang perjalanan menuju pemakaman.

Sejumlah tokoh dan pejabat turut mendoakan Kyai Zainal yang merupakan putra pendiri PP Al-Munawwir, KHM Moenawwir yang juga dikenal sebagai kiai NU yang telah banyak menyumbangkan karya pengabdiannya terhadap pendidikan islam melalui ponpes.

Sejumlah tokoh dan pejabat seperti, Bupati Bantul Sri Surya Widati bersama suaminya Idham Samawi. Wakil Bupati Bantul, Sumarno PRS, Putra Gusti Joyo KRT Jayaningrat, Kapolres Bantul AKBP Surawan, dan Dandim Bantul Letkol Dedi Setiawan nampak turut bersama ribuan takziah mendoakan jenazah almarhum di rumah duka.

Nampak pimpinan pondok pesantren dan kiai dari berbagai daerah silih berganti datang hingga mengikuti prosesi pemakaman seperti Prof Asyari, Prof Maksum Mahfudz, KH Abldul Rozak, KH Muhammad Imanul Haq, Ketua PB NU Dr KH Amalik Madani dan Rektor UNY Rochmad Wahab, Habil Ali hingga Habib Husein.

Di mata para pelayat, dan kalangan umat, almarhum telah banyak mencurahkan hidupnya pada pendidikan islam melalui pondok pesantren juga kiai NU. Beberapa tokoh pernah berguru ilmu dari almarhum seperti, Said Agil Siroj, KH Mustofa Bisri (Gus Mus), dan banyah tokoh islam lain.

"Selain pengurus PBNU almarhum juga paling disegani di kalangan kiai NU," ujar Kyai Afif Muhammad Hasbullah cucu keponakan almarhum.