Perwira TNI Gunungkidul Dites Urine

20 Februari 2014 15:26 WIB Ujang Hasanudin Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Sebanyak delapan perwira dan dua bintara tinggi TNI di Jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) 0730 Gunungkidul dites urine oleh Badan Nasional (BNN) DIY, Kamis (20/2/2014).

Kepala Staf Kodim 0730 Gunungkidul Mayor Infanteri Bambang Wahyudi mengatakan, tes urine dilakukan untuk mendeteksi penyalahgunaan narkoba di jajaran TNI Angkatan Darat, khusunya Kodim 0730 Gunungkidul. Rencananya tes urine juga akan dilakukan kepada semua personel.

“Tes urine kita lakukan secara bertahap. Kita awali dari jajaran perwira dulu,” kata Wahyudi.

Menurut Wahyudi, penyalahgunaan narkoba di wilayah DIY cukup tinggi yang menyasar kalangan pelajar, mahasiswa dan tidak menutup kemungkinan juga bisa menyasar anggota TNI. Sebagai bentuk komitmen TNI dalam memberantas barang haram tersebut, pihaknya melakukan pencegahan narkoba secara berkala.

Komandan Kodim 0730 Gunungkidul Letnan Kolonel Herman Toni menyatakan, dari 10 anggotanya yang dites urine tidak ada yang terindikasi menggunakan narkoba. Dia menegaskan, institusinya tidak akan segan-segan menghukum anggotanya bila terbukti terindikasi menggunakan atau mengedarkan narkoba.

“Hukuman bagi anggota TNI yang terlibat narkoba pidana umum bahkan bisa diberhentikan dari kedinasan,” tegas Herman.

Sementara Kasi Intel Bidang Pemberatasan BNN DIY, Siti Alfiah mengatakan, dalam tes urine bagi anggota TNI tersebut menggunakan enam parameter jenis narkoba yaitu, amfethamin untuk tes ekstasi, tetrahydrocannabinol untuk tes ganja, metafetamin untuk tes sabu-sabu, ophium, besno dan kokain.

Alfiah mengakui peredaran narkoba di DIY cukup tinggi. BNN akan terus melakukan upaya sosialisasi kepada masyarakat dan semua instansi.