DPRD Gunungkidul Minta Proyek Infrastruktur 2026 Berkualitas dan Tepat Waktu
Komisi C DPRD Gunungkidul meminta proyek infrastruktur 2026 selesai tepat waktu dan berkualitas agar tak mengganggu penyerapan anggaran.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Serangan hama tikus masih menjadi momok bagi petani di Desa Banjarasri, Kecamatan Kalibawang. Pasalnya, tak hanya tanaman padi yang dirusak tapi benih yang baru ditabur petani tak luput dari incaran binatang pengerat tersebut.
Malahan, beberapa warga mengaku harus keluar uang ekstra untuk membeli benih. Penyebannya, saat membuat benih, dan benih-benih itu belum sampai tumbuh sudah dirusak tikus. Akibatnya, warga ada yang sampai tiga kali membuat benih, sebelum masa penanaman tiba.
“Yah hasilnya lumayan bagus, meski panennya tidak bisa maksimal seperti musim panen sebelumnya,” aku Kadirin, salah seorang petani dari Dukuh Piton, Banjarasri, Kalibawang kepada Harianjogja.com, Selasa (25/2).
Untuk mengakali musim tanam kali ini, Kadirin dengan beberapa petani lainnya berjaga-jaga saban malam agar benih-benih itu tidak diserang tikus. Biasanya, penjagaan itu dimulai dari pukul 19.00 hingga tengah malam, namun kalau tidak ada kawan yang menemani, Kadirin hanya berjaga hingga
pukul 22.00 WIB.
“Setiap malalm minimal melihat-lihat sekali, namun terkadang sampai dua kali guna memastikan benih-benih tidak dimakan tikus. Tinggal disorot kalau ada akan dibunuh, anehnya tikus-tikus itu tidak takut saat disorot dengan
lampu,” paparnya.
Diakuinya, memulai masa tanam baru, saat ini baru membuat benih padi sekali, tapi di musim tanam sebelumnya, gara-gara serangan tikus harus membuat benih sampai tiga kali. Padahal, untuk sekali pembuatan dibutuhkan dua kresek gabah dengan ukuran lima kilogram dibutuhkan biaya Rp100.000.
“Ya tinggal kalikan tiga, maka itu yang dikeluarkan untuk membuat benih. Namun, saat musim panen serangan tikus tidak se-ekstrem di daerah lain, sehingga pengeluaran itu bisa ditutupi dengan hasil panen,” ungkapnya.
Hal yang sama juga dirasakan, Parjo, petani asal Dukuh Kisih, Banjarasri, Kalibawang. Akibat serangan tikus, hasil panennya berkurang. Biasanya mampu memperoleh tujuh kuintal gabah, namun di musim panen ini hanya mendapatkan lima
kuintal saja.
“Ya masih bagus, tapi kami harus memutar otak agar tikus tidak merusak tanaman padi milik saya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi C DPRD Gunungkidul meminta proyek infrastruktur 2026 selesai tepat waktu dan berkualitas agar tak mengganggu penyerapan anggaran.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Rabu 23 September 2026 lengkap dengan rute, jam keberangkatan dan tarif promo Rp50.000.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 23 September 2026 tersedia 10 perjalanan, lengkap dengan jam keberangkatan kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 23 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Tugu dan sebaliknya, mulai dini hari hingga malam.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.