Rumah Eross Sheila On 7 Didatangi Kobra Jawa, Evakuasi Hanya 8 Menit
Damkar Sleman mengevakuasi ular Kobra Jawa sepanjang hampir satu meter dari rumah Eross Sheila On 7 di Ngaglik. Proses penanganan hanya delapan menit.
Petugas Jibom Polda DIY memeriksa keamanan Gereja Keluarga Kudus Benteng Ngaglik pada Selasa (23/12/2025)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Menjelang perayaan Natal 2025, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Sleman bersama Tim Penjinak Bom (Jibom) Polda DIY melakukan sterilisasi dan pengamanan gereja-gereja untuk memastikan ibadah umat Kristiani berlangsung aman dan kondusif.
Kapolresta Sleman Kombes Pol. Edy Setyanto Erning Wibowo mengatakan bahwa sebelumnya jajaran Polresta Sleman telah melakukan kunjungan ke gereja dan kapel yang akan melaksanakan ibadah Natal. Dari hasil kunjungan tersebut, petugas mendata jumlah jemaat serta jadwal misa dan ibadah di wilayah Sleman.
“Jadi kami jadwalkan semua, kemudian kami lakukan pemetaan, dan selanjutnya kami laksanakan pengamanan,” terang Edy, Selasa (23/12/2025), saat ditemui di Gereja Keluarga Kudus Benteng Ngaglik.
Di Gereja Keluarga Kudus Benteng Ngaglik, ibadah Natal akan dilaksanakan pada sore dan malam hari, dengan perkiraan sekitar 2.500 jemaat hadir setiap kali ibadah.
“Malam Natal kami sudah mendata gereja maupun kapel yang melaksanakan perayaan. Selanjutnya kami lakukan pengamanan di lokasi, dan personel kami juga melaksanakan patroli. Jadi pengamanan tetap ada dan patroli juga sudah kami siapkan,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi potensi kerawanan, kepolisian memfokuskan pengamanan pada kelancaran lalu lintas serta antisipasi ancaman teror. Tim kepolisian, lanjut Edy, telah melakukan sterilisasi di seluruh gereja yang menggelar ibadah Natal.
Kepala Subdetasemen (Kasubden) Jibom Polda DIY, AKP Hendro Purnomo, menjelaskan bahwa di Kabupaten Sleman terdapat 16 gereja yang menjalani proses sterilisasi. Pemeriksaan dilakukan menyeluruh, mencakup ruang ibadah dan perlengkapan gereja.
“Sterilisasi kami mulai dari altar, ornamen-ornamen di gereja, lingkungan sekitar, hingga kamar mandi, termasuk seluruh area yang digunakan masyarakat saat beribadah,” terangnya.
Secara teknis, Hendro menjelaskan Tim Jibom menggunakan metal detector dan handheld inspection mirror untuk mendeteksi benda mencurigakan. Selain itu, untuk deteksi bahan kimia digunakan ChemPRO, sementara RadEye dipakai untuk mendeteksi potensi radioaktif dan memastikan kondisi udara di area gereja aman.
“Alhamdulillah hasilnya aman. Selama pelaksanaan sterilisasi tidak ditemukan benda mencurigakan, dan kualitas udara di lokasi juga dinyatakan baik,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Damkar Sleman mengevakuasi ular Kobra Jawa sepanjang hampir satu meter dari rumah Eross Sheila On 7 di Ngaglik. Proses penanganan hanya delapan menit.
Sebanyak 35 anak Gunungkidul lolos Sekolah Rakyat 2026. Namun data final masih menunggu SK Gubernur DIY Sri Sultan HB X.
Penggunaan BBM B50 aman untuk kendaraan diesel, namun pakar ITB mengingatkan beberapa komponen penting tetap harus rutin dicek.
Prediksi Inggris vs RD Kongo di 32 besar Piala Dunia 2026, lengkap dengan susunan pemain, analisis, dan prediksi skor terbaru.
Kemdiktisaintek meluruskan isu 60.000 camaba mundur. Data itu berasal dari evaluasi 2025, bukan kondisi penerimaan 2026.
Pemkab Sleman mulai rehabilitasi 8 SMP pada 2026. Enam sekolah sudah kontrak, sisanya menyusul dengan anggaran Rp1,54 miliar.