Terseret Arus Sungai di Baron, Pelajar Tewas

27 Februari 2014 09:47 WIB Kusnul Isti Qomah Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Pelajar asal Gunung Kacangan, Sumber Wungu, Tepus, Gunungkidul, Toni Saputra, 14, tewas setelah terseret arus sungai Baron, Rabu (26/2/2014).

Wakil Koordinator Search And Rescue (SAR) Korwil II Sukamto menuturkan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Korban bersama tiga temannya bermain air di Sungai Baron tepatnya di dekat Watu Cangak.

Korban dan teman-temannya sudah diperingatkan untuk tidak berenang karena area tersebut berbahaya. Meskipun terlihat tenang, kedalaman mencapai tiga meter dan arus sungai sangat deras.

“Ketika diperingatkan mereka menjawab bisa berenang. Satu anak menjajal kedalaman sungai namun bisa keluar dan benar-benar bisa selamat. Giliran Toni yang mencoba, dia langsung terseret arus sungai,” tutur dia di Posko SAR Korwil II di Pantai Baron, Kemadang, Tanjungsari, Rabu (26/2/2014).

Pencarian langsung dilakukan. Tim SAR membutuhkan waktu kurang lebih 20 menit. Kedalaman air dan kencangnya arus menjadi kendala dalam pencarian. Pencarian dilakukan dengan menggunakan snorkeling. Namun, pencarian juga terhambat keruhnya air.

“Korban ditemukan sekitar 10 meter dari lokasi dia tenggelam,” tutur dia.

Korban datang bersama ayahnya, Sular dan adiknya mengendarai sepeda motor. Teman-teman Toni juga menggunakan motor sendiri. Keluarga korban belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam kondisi shock.

Dalam pencarian tersebut tim SAR memakai jurus andalan yakni menggunakan alat semacam pancing rawe. Salah satu anggota SAR Korwil II Wasiman menuturkan alat semacam pancing rawe tersebut terbukti memiliki manfaat yang besar.

“Alat itu mempermudah pencarian korban. Dengan ditebarkan, ketika ada korban di sekitar alat itu akan terasa. Tentunya kami jadi mudah menemukan korban,” papar dia.