Penjual Air Mineral Jadi Caleg, Bermimpi Sejahterakan Rakyat

27 Februari 2014 17:30 WIB Kusnul Isti Qomah Gunungkidul Share :

Ingin berbakti kepada masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat menjadi pelecut semangat pria yang sehari-harinya mengantarkan air mineral bertarung di medan politik. Berikut laporan wartawan Harianjogja.com, Kusnul Isti Qomah.

Jam di tangan menunjukkan pukul 08.00 WIB, saatnya memulai aktivitas. Tak ketinggalan Suwarno. Pria kelahiran Gunungkidul, 9 Oktober 1965 ini sudah berpakaian rapi.

Mengenakan baju berwarna biru dipadu garis hitam yang telah disetrika, celana kain warna gelap dipadu sendal selop ia melangkah menuju tunggangan andalannya.

Motor Honda Astrea miliknya sudah menunggu diajak berkeliling kecamatan Panggang dan tepian Purwosari. Motor itu sudah siap dengan barang bawaan enam galon air mineral. Mengenakan helm, Suwarno mulai menyalakan motortuanya itu.

Ia mulai mengantarkan air mineral pada pelanggannya. Ada sekitar 500 pelanggan di Panggang dan Purwosari. “Sehari biasanya mengantar ke 50 pelanggan,” tutur dia.

Suwarno juga menenteng tas slempang kecil berwarna hitam. Di dalamnya berisi sejumlah uang dan beberapa brosur. Setiap mengunjungi tempat pelanggannya, tak lupa ia menyodorkan brosur tersebut. Brosur yang senada dengan stiker di motornya.

Bukan brosur daftar harga atau produk air mineral yang ia antarakan melainkan brosur berisi riwayat hidup, nomor urut, daerah pemilihan dan nama partai. Rupanya Suwarno pun ingin mewarnai dunia politik di Gunungkidul.

Dengan bernaung di bawah bendera Partai Keadilan Sejahtera, Suwarno ingin bertarung dalam pemilihan calon legislatif April mendatang. Suwarno mendapatkan nomor urut enam di Dapil IV (Panggang, Saptosari, Playen).

“Saya ingin membuat Indonesia lebih baik. Saya ingin membuat masyarakat sejahtera. Modal saya hanya tekad kuat, niat tulus dan dukungan dari keluarga,” ucap dia.

Tanpa kenal lelah, bapak empat anak itu menjalankan tugasnya sebagai kepala rumah tangga yang berkewajiban menghidupi keluargaa. Suwarno tambah yakin melaju setelah keluarganya mendukung. Sang istri Suyatmi pun menjadi pelecut semangat.

Dengan telaten Suyatmi menjalankan tugasnya sebagai ibu rumah tangga. Suyatmi juga mendukung suaminya mencari nafkah dengan berjualan gorengan.