Advertisement
Jalur Baru Bus Trans Jogja Dievaluasi
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA–Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatikan (Dishubkominfo) DIY akan melakukan evaluasi terhadap jalur-jalur transportasi yang disediakan untuk menunjang sarana prasarana penataan transportasi perkotaaan. Sebanyak 22 jalur yang dirancang, dirasa belum efektif dan dinilai tumpang tindih.
“Kami akan mengevaluasi, dan tidak menutup kemungkinan jalur yang ada akan bertambah atau malah berkurang. Tapi ini baru akan diketahui setelah proses evaluasi dilaksanakan,” kata Kepala Dishubkominfo DIY Budi Antono, baru-baru ini.
Advertisement
Menurut dia, evaluasi ini merupakan masukan dari Komisi C DPRD DIY. Alasannya, ada beberapa jalur dirasa masih tumpang tindih sehingga berujung pada ketepatan moda transportasi yang telah disediakan.
“Itu masukan bagus dan kami berusaha memperbaikinya. Jadi, saat moda itu dijalankan masyarakat mau beralih menggunakan moda transportasi umum yang telah tersedia,” paparnya.
Rencananya, mulai Februari 2015, Dishubkominfo DIY akan mengoperasi 22 jalur untuk pemetaan arus transportasi perkotaan. Meski nantinya sepenuhnya pengoperasiannya di bawah komando Trans Jogja, namun rencana itu urung dilaksanakan sampai 2020 mendatang.
“Untuk sementara yang akan dilewati baru 17 jalur, sedangkan 5 jalur lainnya akan digunakan untuk bus-bus regular. Tapi pada 2020 mendatang semua moda transpotasi perkotaan yang ada akan berada di bawah panji Trans Jogja,” ungkap dia.
Ditambahkannya, dalam rencana yang dipaparkan di Komisi C DPRD DIY, nantinya akan disediakan jalur penghubung antara transportasi dari pedesaan ke perkotaan. Jadi, armada pedesaan tak harus masuk ke dalam kota sehingga bisa mengurangi potensi macet yang sering terjadi.
“Saat ini yang sudah ada jalur penghubung seperti di Prambanan dan Terminal Jombor, tapi tidak menutup kemungkinan akan menambah jalur-jalur itu,” kata dia lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- Polemik Retribusi Parangtritis, Pemkab Bantul Berencana Pindah TPR
- HUT ke-80 Sultan HB X, 10.000 Pamong se-DIY Bakal Kirab Hasil Bumi
- Sempat Viral Putus Sekolah Rawat Orang Tua, Fendi Kembali ke Kelas
- Jadwal KRL Jogja-Solo Terbaru Selasa 31 Maret 2026, Cek di Sini
- Gangguan Teknis, KA Tambahan Jogja-Pasar Senen Mogok di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement




