Advertisement

Caleg Demokrat Laporkan Dugaan Penggelembungan Suara

Ujang Hasanudin
Jum'at, 25 April 2014 - 12:19 WIB
Nina Atmasari
Caleg Demokrat Laporkan Dugaan Penggelembungan Suara

Advertisement

Harianjogja.com, WONOSARI-Caleg Partai Demokrat nomor urut tiga daerah pemilihan I Suhardono memprotes hasil rekapitulasi perolehan pemilu legislatif (pileg) meski sudah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul.

Tim sukses Suhardono, Kamis (24/4/2014) melayangkan nota keberatan ke kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dan KPU Gunungkidul atas hasil rekapitulasi suara. Mereka  menganggap ada penggelembungan suara dari caleg sesama partainya di dapil yang sama yaitu Supriyani Astuti.

Advertisement

Akibat dugaan penggelembungan suara tersebut, Suhardono terganjal menuju kursi DPRD Gunungkidul periode 2014-1019 karena selisih suara sebanyak 31.

“Dugaan saya petugas PPS salah memasukkan angka perolehan suara yang seharusnya milik saya tapi berpindah ke Bu Yani [Supriyani Astuti],” kata Suhardono.

Dia mengklaim laporannya tersebut sudah atas persetujuan pengurus DPC Demokrat.

Suhardono menuturkan, dari hasil temuan tim suksesnya, ada kesalahan nulis angka perolehan suara di (PPS) di Desa Candirejo, Kecamatan Semanu.

Menurut dia, di TPS 16 Candirejo Suhardo memperoleh empat suara dan perolehan tersebut tertulis di form C1 TPS, namun sampai PPS suara Suhardono menjadi nol dan beralih ke kolom caleg nomor urut dua, Supriyani Astuti.

Kemudian, lanjut Suhardono, di TPS 24, Suhardono mendapat 30 suara, namun sampai PPS suara Suhardono malah menjadi tiga suara. “Suara hilang ternyata beralih ke caleg di atasnya yaitu Bu Yani,” papar Suhardono.

Suhardono mengakui laporan dugaan kesalahan PPS itu setelah KPU Gunungkidul menetapkan rekapitulasi hasil pemilu karena dia baru menemukan indikasi kesalahan perolehan suara itu tiga hari pasca-penetapan KPU. Dia berharap KPU Gunungkidul bisa menindaklanjuti nota keberatan yang dilayangkan sebab KPU, menurutnya, masih ada waktu sebelum menetapkan kursi dan caleg pada Mei mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

KPK Buka Opsi Penyidikan Dugaan TPPU Dana Hibah APBD Provinsi Jawa Timur

News
| Sabtu, 20 Juli 2024, 09:47 WIB

Advertisement

alt

Ini Dia Surganya Solo Traveler di Asia Tenggara

Wisata
| Kamis, 18 Juli 2024, 22:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement