Pemkab Gunungkidul Bangun 90 Kios Rp783 Juta untuk Perluasan Taman Kuliner Wonosari
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Harianjogja.com, KULONPROGO – Warga terlanjur patah arang terhadap semua hal yang berbau dengan pemerintah. Pasalnya, rencana survei pertanian oleh BPS Kulonprogo ditanggapi sinis oleh mayoritas warga di 3 pedusunan di Desa Glagah, Temon.
Malahan, mereka menolak survei tersebut karena takut jika hal itu merupakan bagian dari pemerintah untuk memuluskan langkah untuk membangun bandara.
“Kami terlanjur tidak percaya dengan pemerintah. Karena mereka sudah banyak membohongi kami. salah satunya yang berkaitan dengan pendataan warga terdapak oleh Pak Camat, tapi nyatanya itu belum pernah dilakukan. Tapi di media, ia sudah mengaku menerima data itu,” ujar Sarijo, perwakilan warga Dusun Sidorejo, saat melakukan pertemuan dengan perwakilan BPS Kulonprogo, Kamis (24/4/2014).
Bagi Mbah Jo, sapaan akrabnya, akibat isu pembangunan bandara, warga menjadi tidak tentram dan diselimuti kekhawatiran-kekhawatiran. Padahal, sebelum isu itu muncul, warga menjalankan kehidupan sehari-harinya dengan aman, tentram tanpa dihantui akan adanya penggusuran.
“Kami terlanjur sakit hati. Warga yang dulunya kalem sekarang menjadi panas dan mudah marah. Jadi saya juga mohon maaf, saat petugas dari BPS akan mengadakan survei beberapa waktu lalu dikentongi warga,” paparnya.
Malahan, sebagai orang yang dituakan di kampung, dia berharap agar Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mau turun langsung untuk menemui warganya. Jangan sampai, hanya melihat permasalahan ini lewat informasi dari orang dekatnya saja. “Tolong bilang ke Pak Bupati, kalau ditunggu Mbah Jo di sini,” ucapnya.
Tak beda jauh, penolakan serupa juga diungkapkan dari perwakilan Dusun Kepek dan Bapangan. Malahan warga Dusun Macanan yang sedianya tidak dijadikan lokasi survei, juga hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka menganggap, jika survei yang dilakukan BPS merupakan akal-akalan pemerintah untuk memuluskan pembangunan bandara.
“Kan survei itu berkaitan dengan tanah dan hasil pertanian. Jadi kami pantas curiga kalau ini hanya akal-akalan pemerintah,” sebut Sugito, salah seorang perwakilan dari Dusun Kepek, Glagah.
Dia dan masyarakat lainnya tidak melarang BPS melakukan survei. Hanya saja, momennya saat ini dirasa belum tepat, karena masyarakat masih dalam kondisi kalut yang diliputi suasana hati yang panas.
“Untuk saat ini kami tidak menerima survei apapun. Jangankan dari pemerintah, wong sales saja tidak diperbolehkan masuk kemari,” ungkapnya.
Pertemuan ini tak hanya dihadiri oleh beberapa warga dari ketiga dusun (Kepek, Sidoharjo dan Bapangan). Namun puluhan warga yang tergabung dalam warga penolak bandara ikut hadir dalam pertemuan itu.
Malahan, saat Mbah Jo menyatakan penolakan terhadap rencana pembangunan bandara disambut warga dengan penuh antusias dengan tekat bulat menolak pembangunan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Lokasi SIM Keliling Sleman malam hari Sabtu 19 September 2026 tersedia di Sleman City Hall. Cek jadwal, syarat, dan ketentuannya.
SIM Keliling Polda DIY Sabtu 19 September 2026 melayani perpanjangan SIM A dan C. Cek lokasi, jadwal, syarat, dan biaya.
Jadwal DAMRI dari YIA Sabtu 19 September 2026 tersedia ke sejumlah tujuan Jogja dan Sleman dengan tarif promo Rp50.000.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 19 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 19 September 2026 tersedia 5 perjalanan dari masing-masing arah. Cek jadwal lengkapnya.