OPINI: Apoteker Masa Depan Tidak Cukup Hanya Pintar tentang Obat
Pendidikan farmasi perlu menyiapkan apoteker masa depan yang kuat dalam ilmu, kolaborasi, literasi digital, AI, inovasi, kepemimpinan, dan perspektif One Health
Harianjogja.com, JOGJA-Dari 27 dokumen memorandum of understanding (MoU) kerja sama investasi dengan luar negeri, tidak banyak yang ditindaklanjuti oleh Pemerintah Daerah DIY.
Kepala Badan Kerja Sama Penanaman Modal Dominicus Supratikto mengatakan, beberapa penyebabnya di antaranya karena kerja sama yang sebelumnya ditawarkan berhenti di tengah jalan, setelah anggota parlemen dari negara bersangkutan tak lagi menjabat.
"Kasus lain kerja sama dengan Mesir tidak jalan, karena kondisi politik di sana yang tidak memungkinkan," ujarnya di DPRD DIY, Senin (5/5/2014).
Beberapa MoU yang berlanjut di antaranya adalah dengan Korea Selatan, Thailand, Kyoto Jepang, Turki, Sanghai China, dan California. Kerja sama itu di bidang pendidikan, kebudayaan, dan industri.
Menurut dia, BKPM pusat mendukung Jogja tumbuh sebagai kota industri IT dengan melihat potensi sumber daya manusia yang ada.
Karenanya, ia berharap negara seperti California sebagai barometer perkembangan IT dan Korea Selatan serius berinvestasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pendidikan farmasi perlu menyiapkan apoteker masa depan yang kuat dalam ilmu, kolaborasi, literasi digital, AI, inovasi, kepemimpinan, dan perspektif One Health
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 7 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Pemkab Magelang menyiapkan 70 SPKL mobil dan 74 battery swap station untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik dan pariwisata.
PHRI Sleman dan DP3 membangun sistem informasi pemasaran untuk mempertemukan supplier produk lokal dengan pelaku usaha.
Guru di Magelang didorong meningkatkan kompetensi agar adaptif menghadapi generasi digital, AI, dan perubahan karakter peserta didik.
Iran memperingatkan AS-Israel soal serangan baru dan menyebut produksi senjata, pertahanan, serta amunisi naik 2,5 kali lipat.