Pemkab Gunungkidul Fokus Entas Kemiskinan di 7 Wilayah Ini
Pemkab Gunungkidul memfokuskan program pengentasan kemiskinan di tujuh kapanewon prioritas. Target angka kemiskinan turun hingga 13 persen pada 2026.
Warga mengikuti kerja bakti memperbaiki lapangan bola voli di Monggol, Saptosari, Gunungkidul. - Harian Jogja/ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—DPRD Gunungkidul mendorong pengembangan olahraga masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan sekaligus meningkatkan produktivitas warga. Dukungan itu salah satunya diwujudkan melalui rencana pemberian bantuan sarana dan alat olahraga.
Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho, mengatakan olahraga tidak semata-mata diarahkan untuk mencetak atlet berprestasi. Menurutnya, kegiatan olahraga masyarakat juga penting agar warga tetap sehat dan bugar.
“Kesehatan adalah hal yang utama, makanya harus dijaga. Salah satunya dengan rutin berolahraga,” kata Heri, Selasa (18/8/2026).
Masuk APBD Perubahan 2026
Heri menjelaskan pengembangan olahraga di Bumi Handayani tidak hanya mencakup olahraga prestasi di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Olahraga tradisional dan rekreasi yang berada di bawah naungan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) juga perlu mendapatkan perhatian.
Menurut dia, pengembangan berbagai jenis olahraga tersebut bertujuan mengolahragakan masyarakat sekaligus memasyarakatkan olahraga.
“Tujuannya untuk mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga agar tetap sehat dan bugar,” ungkapnya.
Untuk mendukung kegiatan olahraga di tingkat masyarakat, sejumlah program telah disiapkan. Salah satunya berupa bantuan sarana prasarana serta alat olahraga yang dapat digunakan warga.
Pada APBD Perubahan 2026, bantuan yang disediakan di antaranya net dan bola voli. Ke depan, jenis bantuan fasilitas olahraga tersebut masih memungkinkan untuk ditambah.
“Ke depannya bisa bertambah lagi sebagai bagian untuk penyediaan fasilitas olahraga di masyarakat. Tapi, pelaksanaan juga disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Rencaananya untuk bantuan fasilitas olahraga juga diusulkan di APBD 2027,” katanya.
Fasilitas Olahraga Juga untuk Pembibitan Atlet
Ketua DPRD Gunungkidul, Endang Sri Sumiyartini, menyampaikan pandangan serupa. Menurut dia, keberadaan fasilitas olahraga di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan aktivitas fisik, tetapi juga dapat mendukung pembibitan atlet berprestasi secara berkelanjutan.
“Tidak melulu untuk prestasi, tapi dengan olahraga bisa menjaga tubuh tetap sehat. Kalau sehat, maka masyarakat bisa lebih produktif,” katanya.
Endang mengatakan Pemkab Gunungkidul hingga kini telah membangun berbagai fasilitas olahraga. Pembangunan tersebut antara lain dilakukan saat Gunungkidul bersiap menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2025.
Sejumlah fasilitas yang dibangun atau diperbaiki meliputi renovasi Stadion Handayani serta pembangunan lapangan voli dan tenis di sejumlah lokasi.
Menurut Endang, fasilitas yang telah tersedia tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Perawatan juga harus menjadi perhatian agar sarana olahraga yang sudah dibangun tidak terbengkalai.
“Harus dimanfaatkan dan dirawat agar tidak mangkrak serta memberikan nilai manfaat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul memfokuskan program pengentasan kemiskinan di tujuh kapanewon prioritas. Target angka kemiskinan turun hingga 13 persen pada 2026.
Guru PPPK penuh waktu berkesempatan ikut seleksi PNS pada awal 2027. Pemerintah dan DPR juga sepakat mengubah status menjadi pegawai pusat.
Manajer PSS Sleman Agus Purwoko menilai training ground penting untuk meningkatkan kualitas dan prestasi Super Elja. Ini perkembangannya.
Rusia memanggil Dubes Jepang Akira Muto setelah Putin mengunjungi Etorofu. Sengketa Kepulauan Kuril kembali memanas.
Vaksin HPV kini menyasar siswa laki-laki kelas 5 SD di Sleman dalam BIAS 2026. Total 16.291 siswa menjadi sasaran imunisasi.
Eks Menag Yaqut minta dibebaskan dari dakwaan korupsi kuota haji 2023-2024. Tim hukum menilai dakwaan jaksa kabur