Kementerian Komdigi Berdayakan Duta Damai BNPT Jadi Penyuluh Informasi
“Saat ini kita memiliki isu krusial, yakni kebijakan PP Tunas sebagai payung hukum perlindungan anak di ruang digital,”
Harianjogja.com, JOGJA-Mudik Lebaran masih lama, namun tiket kereta api (KA) untuk arus balik nyaris habis. Tiket sejumlah KA jurusan Jakarta hanya tinggal tersisa beberapa saja untuk H+3 Lebaran.
Data yang diterima Harian Jogja, dari Humas PT.KAI Daerah Operasi (Daop)VI Jogja, Rabu (7/5/2014) sampai pukul 10.00 WIB, tiket tujuan Jakarta untuk H+3 Idulfitri atau 31 Juli sudah habis dipesan baik KA Eksekutif, Bisnis maupun KA Ekonomi. Hanya Taksaka Pagi yang masih tersisa satu tiket untuk kelas eksekutif. Untuk KA kelas Ekonomi hanya KA Progo dan Bengawan yang masih tersisa masing-masing empat tiket. Tidak hanya tujuan Jakarta, tiket dua KA tujuan Bandung Lodaya Pagi dan Lodaya Malam untuk 31 Juli mendatang juga sudah habis dipesan.
Manajer Humas PT.KAI Daops VII Jogja Bambang Setyo Prayitno mengatakan memang banyak warga luar Jogja yang mengutamakan pemesanan tiket untuk arus balik terutama dari Jakarta. Bambang pun tidak mengerti pemesanan tiket untuk arus balik banyak diburu lebih awal dibanding tiket arus mudik.
“Faktanya seperti itu. Lebaran tahun ini nampaknya tidak banyak warga Jogja yang bepergian ke arah Jakarta justru sebaliknya,” kata Bambang.
Ditanya mengenai penambahan KA untuk musim mudik Idulfitri, Bambang mengaku belum mengetahuinya. Informasi ini baru diketahui sebulan sebelum hari H.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman menangkap pelaku pembegalan bersenjata tajam yang merampas motor, ponsel, dan dompet milik pekerja di Pakem. Polisi segera menggelar rilis kasus
Memberi minum kepada korban kecelakaan ternyata bisa berbahaya. Simak penjelasan medis mengenai risiko tersedak, aspirasi, hingga gangguan penanganan darurat.
Gaji baru masuk tetapi saldo rekening cepat menipis? Simak empat cara mengelola pengeluaran rutin agar keuangan tetap aman hingga akhir bulan.
Amerika Serikat memberlakukan visa bond permanen hingga Rp327 juta bagi pemohon dari 50 negara, termasuk Indonesia.
Wamen Diktisaintek Stella Christie mengungkap tingkat penyerapan kerja lulusan vokasi mencapai 77%, lebih tinggi dibanding lulusan akademik yang berada di angka