Advertisement
Lahan Kering di Bukit Menoreh Bakal Jadi Waduk Mini
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO-Dinas Pertanian Kulonprogo memanfaatkan lahan kering di perbukitan Menoreh dengan membangun waduk mini di Dusun Ngesong, Desa Giripurwo, Girimulyo. Waduk panen hujan ini direncanakan bakal dijadikan agrowisata baru.
"Kondisi alam di Kulonprogo sebagian besar perbukitan, untuk itu perlu adanya penataan. Agar lahan tidak tampak semrawut dan tentunya bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya," ujar Kepala Dinas Pertanian Kulonprogo Bambang Tri Budi Harsono, Sabtu (7/6/2014).
Advertisement
Upaya penataan yang dilakukan adalah dengan dibangunnya waduk mini di kawasan ini. Bambang mengatakan konsep yang digunakan yakni metode panen air hujan. Pasalnya, kawasan tersebut cenderung memiliki sumber air yang cukup rendah dibandingkan dengan daerah lainnya.
"Sebetulnya banyak yang akan dibangun dengan sistem ini. Tapi baru dua diterapkan yakni di Banjaroyo, Kalibawang, dan yang saat ini sedang berjalan waduk mini di Dusun Ngesong, Giripurwo," papar Bambang.
Dia mengatakan untuk proyek ini lahan marginal yang digarap seluas 20 hektare. Di sekeliling waduk dipersiapkan lahan untuk kawasan budidaya tanaman buah. Tidak hanya dibantu penyediaan bibit tanaman, Dinas juga akan membantu infrastruktur air.
Waduk Ngesong nantinya akan diberi nama Embung Kleco. Pembangunannya didanai APBD DIY senilai Rp1,9 miliar. Penggarapan lahan di desa ini difasilitasi secara bertahap. Selain penataan sarana produksi, juga dilakukan pendampingan teknis, pelatihan manajemen dan penguatan kelembagaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




