Advertisement

KEKERINGAN SLEMAN : Atasi Kekeringan Prambanan, Pemkab Masih Andalkan Sumur Bor

Rima Sekarani
Jum'at, 13 Juni 2014 - 21:24 WIB
Mediani Dyah Natalia
KEKERINGAN SLEMAN : Atasi Kekeringan Prambanan, Pemkab Masih Andalkan Sumur Bor

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN-Menghadapi musim kemarau dan kemungkinan Kesulitan air Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman masih andalkan sumur bor di tiga titik wilayah Prambanan.

Kepala Bidang Energi Sumber Daya Mineral Dinas SDAEM Sleman, Fauzan Darmadi, Kamis (12/6/2014) mengatakan Dinas Sumber Daya Air, Energi, dan Mineral (SDAEM) Kabupaten Sleman telah membuat sumur bor di wilayah Prambanan sejak dua tahun lalu.

Advertisement

"Sumur bor dibuat di bagian bawah, sehingga harus dialirkan ke rumah warga yang berada di atas bukit," katanya menerangkan.

Topografi wilayah Prambanan, diakui Fauzan menyulitkan pengambilan air tanah meski sudah menggunakan pompa listrik. Namun, ketersediaan air di dalam sumur bor dia nilai masih mampu mencukupi kebutuhan warga.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencanan Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Julisetiono Dwi Wasito mengungkapkan tahun ini pihaknya memasang jaringan listrik di Dusun Jasem dan Grogol. Tujuannya tak lain agar warga dapat menggunakan pompa air untuk mengambil air dari sumur bor.

Tahun sebelumnya, pemasangan jaringan listrik juga dilakukan di Dusun Bleber, Desa Sumberejo, Prambanan.

"Kami akan optimalkan sumur bor yang sudah dibuat di tiga sumber itu," kata Juli.

Di samping jaringan listrik dan sumur bor, jaringan pipa pun sudah diberikan ke wilayah langganan kekeringan. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), lanjut Juli, akan mengkaji sumber air tanah di wilayah Prambanan.

"Kajian itu belum selesai, jadi kita belum tahu sumur yang ada di sana bisa bertahan sampai berapa tahun," papar Juli.

Alternatif upaya penanggulangan kekeringan di wilayah Prambanan juga sudah disampaikan ke pemerintah DIY. Juli mengatakan pemerintah DIY sudah mewacanakan pembuatan waduk di wilayah perbukitan Prambanan. Sayangnya, Juli mengakui hingga kini wacana itu belum ada tindak lanjutnya. .

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Gempa Magnitudo 5,7 Terjadi di Tuapejat Mentawai, Picu Kepanikan

Gempa Magnitudo 5,7 Terjadi di Tuapejat Mentawai, Picu Kepanikan

News
| Sabtu, 04 April 2026, 19:27 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement