Advertisement

TAWURAN PELAJAR : Ini Ungkapan Penyesalan Pelaku

Sunartono
Selasa, 17 Juni 2014 - 14:28 WIB
Mediani Dyah Natalia
TAWURAN PELAJAR : Ini Ungkapan Penyesalan Pelaku

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-Kapolres Sleman, AKBP Ihsan Amin sengaja mempertemukan pelaku tawuran dengan orang tua di Markas Polres Sleman, Senin (16/6/2014). Dari pertemuan itu, muncul berbagai reaksi emosi baik dari pelaku maupun orangtua.

Dari 32 pelajar yang tertangkap, ada empat orang tua tidak bisa hadir. Dengan demikian, sebanyak 28 orangtua berurai air matanya secara massal akibat ulah anak-anaknya.

Advertisement

"Please, mak aku emoh disel [Saya tidak mau dipenjara]," ucap salah satu pelajar yang terlibat tawuran sambil sungkem menempelkan mukanya ke paha ibunya di teras gedung Mapolres Sleman, Senin (16/6/2014) pagi.

Kalimat yang terucap dari mulut pelajar itu membuat orangtuanya pun tak kuasa menahan haru. Air mata anak dan orangtua pecah di tengah pengawasan petugas kepolisian, guru dan pejabat Disdikpora Sleman.

"Kowe pamitmu dolan nang nggone konco [katanya pamit main ke tempat teman] kok malah ngene. Ealah le le, ojo dibaleni maneh yo [Nak, jangan diulangi lagi ya]," ucap Mukiman, 65, sembari mengusap air matanya.

"Iyo paaak..." kata AJ lirih diiringi dengan keluarnya air mata dan tak mampu berkata apa-apa lagi.

Polres Sleman menetapkan anak Mukimin, AJ sebagai tersangka karena membawa pedang sepanjang 65 sentimeter. Bersama teman satu geng, diketahui anaknya sempat membacok anggota polisi saat akan menangkapnya di Manukan, Condongcatur, Depok, Sleman, Minggu (15/6/2014) dinihari.

Di belakang Mukiman, nasib yang sama juga dialami Ngadiyo. Warga Tirtomartani, Kalasan ini adalah orangtua dari AH, 17, siswa sekolah di Berbah yang juga ditetapkan sebagai tersangka. AH terlibat tawuran dengan menyabet menggunakan pedang dari anggota geng lain sehingga menyebabkan korban terluka dan dirawat di RS Panti Rini Kalasan.

Selisih empat kursi di samping kiri Ngadiyo ada seorang ibu yang juga menangis dengan keras sembari memeluk anaknya yang juga terlibat tawuran. Tidak jelas kalimat yang diucapkan karena semua dalam haru. Tetapi dilihat dari mimiknya adalah nasihat untuk jangan mengulang lagi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Kasus TNI Siram Air Keras, Progres Penanganan Capai 80 Persen

Kasus TNI Siram Air Keras, Progres Penanganan Capai 80 Persen

News
| Rabu, 01 April 2026, 22:47 WIB

Advertisement

Blunder! Iklan Bus Skotlandia Gunakan Pemandangan China

Blunder! Iklan Bus Skotlandia Gunakan Pemandangan China

Wisata
| Rabu, 01 April 2026, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement