Gunungkidul Bidik Nilai A SAKIP, Bupati Dorong Reformasi Birokrasi
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Retribusi objek wisata bocor kemungkinan masih terjadi karena menjadi suatu hal yang tidak bisa dihindarkan.
Mantan Ketua Panitia Khusus Rancangan Peraturan Daerah Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah Gunungkidul, Suhardono, mengatakan meski ada kemungkinan tersebut, saat ini mencari cara untuk menanggulangi adalah langkah terbaik.
“Diperlukan pengawasan yang lebih ketat supaya penyimpangan-penyimpangn itu dapat ditanggulangi. Caranya, selain inspeksi berkelanjutan, juga perlu memanfaatkan penggunaan teknologi dalam pengontrolan,” ujarnya kepada Harianjogja.com, Rabu (25/6/2014).
Namun, untuk menggunakan tekhnologi e-ticketing dia menilai masih jauh. Pasalnya, program tersebut membutuhkan alokasi anggaran yang sangat besar. Jadi, penggunaan alat itu bukan hal yang mendesak, karena masih bisa menggunakan cara yang lain dan lebih murah.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gunungkidul Sujarwo tidak menampik bila kebocoran-kebocoran itu bisa terjadi. Namun, dia telah menetapkan beberapa program supaya kebocoran yang terjadi bisa diminimalisir. Caranya, selain menyiapkan sumber daya manusia yang terampil, disiplin serta memiliki dedikasi yang tinggi, diperlukan pengawasan secara intensif dan berkelanjutan. Selain itu, dalam penyusunan target pendapatan akan lebih diperketat lagi.
“Target pendapatan yang ditentukan adalah salah satu upaya dalam penilaian kinerja petugas retribusi. Jadi, bila kinerjanya baik maka target yang dibebankan akan terpentuhi, malahan bisa melebihinya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Omzet UMKM di Kabupaten Sleman mencapai Rp3,39 triliun. Lebih dari separuh omzet terkonsentrasi di lima kapanewon, dengan Ngaglik menjadi penyumbang terbesar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 7 Agustus 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak jam keberangkatan dan tarif terbaru Rp8.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 6 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
Polresta Sleman menangkap pelaku pembegalan bersenjata tajam yang merampas motor, ponsel, dan dompet milik pekerja di Pakem. Polisi segera menggelar rilis kasus
Memberi minum kepada korban kecelakaan ternyata bisa berbahaya. Simak penjelasan medis mengenai risiko tersedak, aspirasi, hingga gangguan penanganan darurat.