Hari Jadi Gunungkidul ke-196, Gayeng Guyub dan Tentrem Atine
Hari Jadi Gunungkidul ke-196 mengusung tema Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine dengan pesan kebersamaan dan kemandirian daerah.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Retribusi objek wisata bocor kemungkinan masih terjadi karena menjadi suatu hal yang tidak bisa dihindarkan.
Mantan Ketua Panitia Khusus Rancangan Peraturan Daerah Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah Gunungkidul, Suhardono, mengatakan meski ada kemungkinan tersebut, saat ini mencari cara untuk menanggulangi adalah langkah terbaik.
“Diperlukan pengawasan yang lebih ketat supaya penyimpangan-penyimpangn itu dapat ditanggulangi. Caranya, selain inspeksi berkelanjutan, juga perlu memanfaatkan penggunaan teknologi dalam pengontrolan,” ujarnya kepada Harianjogja.com, Rabu (25/6/2014).
Namun, untuk menggunakan tekhnologi e-ticketing dia menilai masih jauh. Pasalnya, program tersebut membutuhkan alokasi anggaran yang sangat besar. Jadi, penggunaan alat itu bukan hal yang mendesak, karena masih bisa menggunakan cara yang lain dan lebih murah.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gunungkidul Sujarwo tidak menampik bila kebocoran-kebocoran itu bisa terjadi. Namun, dia telah menetapkan beberapa program supaya kebocoran yang terjadi bisa diminimalisir. Caranya, selain menyiapkan sumber daya manusia yang terampil, disiplin serta memiliki dedikasi yang tinggi, diperlukan pengawasan secara intensif dan berkelanjutan. Selain itu, dalam penyusunan target pendapatan akan lebih diperketat lagi.
“Target pendapatan yang ditentukan adalah salah satu upaya dalam penilaian kinerja petugas retribusi. Jadi, bila kinerjanya baik maka target yang dibebankan akan terpentuhi, malahan bisa melebihinya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hari Jadi Gunungkidul ke-196 mengusung tema Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine dengan pesan kebersamaan dan kemandirian daerah.
Prabowo rayakan kemenangan Indonesia atas Thailand di FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang 4-2 lewat adu penalti di SUGBK.
Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand lewat adu penalti usai bermain 2-2 selama 120 menit.
Pemkot Jogja mengandalkan event sepanjang tahun dan sport tourism untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan serta mendongkrak omzet UMKM.
Produksi kapas Brasil, Australia, dan AS diproyeksi turun pada 2026/2027, sementara stok dunia menurun dan harga global berpotensi naik.
UGM menegaskan penanganan dugaan kekerasan seksual dilakukan transparan dengan mengutamakan keselamatan, hak, keamanan, dan pemulihan korban.