Pilur Gunungkidul Digelar 26 September, Pemkab Minta Logistik Tuntas H-2
Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul digelar 26 September 2026. Pemkab meminta seluruh logistik, terutama surat suara, siap H-2.
Ilustrasi kebakaran (backgroundpictures.com)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Rumah milik Tumiran, warga Dusun Kwarasan Kulon, Desa Kedungkeris, Kecamatan Nglipar ludes dilalap api, Senin (30/7/2014) petang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kebakaran terjadi akibat hubungan pendek arus listrik di rumah korban. Saat kejadian, pemilik rumah tidak berada di lokasi kejadian. Tumiran yang sehari-hari bekerja sebagai kernet truk, sementara istrinya, Indiyanti bekerja pada salah satu tetangganya.
“Saya tidak tahu dari mana asal api itu, tahu-tahu dari rumah korban muncul asap. Saat itu juga, saya langsung meminta tolong kepada warga sekitar,” kata Siswanto, saksi mata kebakaran kepada Harian Jogja, Selasa (1/7/2014).
Menurut dia, seketika itu, warga langsung berkumpul di lokasi kejadian. Namun, besarnya kobaran api membuat usaha warga memadamkan api jadi sia-sia. “Kami berusaha dengan menggunakan peralatan seadanya. Tapi, apa daya kami tak bisa memadamkannya,” ungkapnya.
Api baru bisa dipadamkan saat ada bantuan pemadam kebakaran dari pemerintah kabupaten Gunungkidul. Sayangnya, meski api dapat dipadamkan, seluruh isi rumah milik korban tidak dapat diselamatkan.
“Apinya sangat besar, jadi kami kesulitan untuk menyelamatkan isi rumah,” kata Sumarjono, Kakak kandung Tumiran, di sela-sela membersihkan puing-puing rumah.
Diakui Sumarjono, selain rumah yang terbakar seluruh isinya pun ikut ludes. Mulai dari bahan makanan pokok seperti beras sampai almari ikut terbakar. Malahan, uang simpanan sebesar Rp1,1 juta milik korban tak luput dari lalapan si jago merah.
“Kami sudah berusaha sebisanya, namun apa daya, kami tidak bisa menyelamatkannya,” terang dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul digelar 26 September 2026. Pemkab meminta seluruh logistik, terutama surat suara, siap H-2.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.