Gunungkidul Siaga Kekeringan hingga Agustus, BPBD Siapkan 1.500 Tangki
BPBD Gunungkidul menetapkan siaga darurat kekeringan hingga 31 Agustus 2026. Sebanyak 1.500 tangki air disiapkan untuk mengantisipasi krisis air bersih.
Ilustrasi kebakaran (backgroundpictures.com)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Rumah milik Tumiran, warga Dusun Kwarasan Kulon, Desa Kedungkeris, Kecamatan Nglipar ludes dilalap api, Senin (30/7/2014) petang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kebakaran terjadi akibat hubungan pendek arus listrik di rumah korban. Saat kejadian, pemilik rumah tidak berada di lokasi kejadian. Tumiran yang sehari-hari bekerja sebagai kernet truk, sementara istrinya, Indiyanti bekerja pada salah satu tetangganya.
“Saya tidak tahu dari mana asal api itu, tahu-tahu dari rumah korban muncul asap. Saat itu juga, saya langsung meminta tolong kepada warga sekitar,” kata Siswanto, saksi mata kebakaran kepada Harian Jogja, Selasa (1/7/2014).
Menurut dia, seketika itu, warga langsung berkumpul di lokasi kejadian. Namun, besarnya kobaran api membuat usaha warga memadamkan api jadi sia-sia. “Kami berusaha dengan menggunakan peralatan seadanya. Tapi, apa daya kami tak bisa memadamkannya,” ungkapnya.
Api baru bisa dipadamkan saat ada bantuan pemadam kebakaran dari pemerintah kabupaten Gunungkidul. Sayangnya, meski api dapat dipadamkan, seluruh isi rumah milik korban tidak dapat diselamatkan.
“Apinya sangat besar, jadi kami kesulitan untuk menyelamatkan isi rumah,” kata Sumarjono, Kakak kandung Tumiran, di sela-sela membersihkan puing-puing rumah.
Diakui Sumarjono, selain rumah yang terbakar seluruh isinya pun ikut ludes. Mulai dari bahan makanan pokok seperti beras sampai almari ikut terbakar. Malahan, uang simpanan sebesar Rp1,1 juta milik korban tak luput dari lalapan si jago merah.
“Kami sudah berusaha sebisanya, namun apa daya, kami tidak bisa menyelamatkannya,” terang dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul menetapkan siaga darurat kekeringan hingga 31 Agustus 2026. Sebanyak 1.500 tangki air disiapkan untuk mengantisipasi krisis air bersih.
PKN 2026 Pekalongan sukses tarik 17 ribu pengunjung. AI batik jadi sorotan, dorong inovasi UMKM dan ekonomi kreatif daerah.
KSPSI sebut pabrik keramik Bekasi terancam tutup imbas harga gas industri naik, buruh khawatir PHK massal.
Konvoi pesilat berknalpot brong di Boyolali yang viral dekat RS PKU Aisyiyah menuai sorotan. DPRD mendesak penindakan tegas.
Polisi menyita 8,6 liter etomidate senilai Rp97,8 miliar di Bandara Soetta. Kenali fungsi medis dan bahaya etomidate yang disalahgunakan dalam vape.
Bus rombongan pendaki Gunung Lawu mengalami kecelakaan di Ngargoyoso, Karanganyar. Polisi menduga rem bermasalah saat melintas jalur menurun.