Advertisement

Angkutan Umum di Kulonprogo, Hidup Segan Mati Tak Mampu

Holy Kartika Nurwigati
Jum'at, 18 Juli 2014 - 11:37 WIB
Nina Atmasari
Angkutan Umum di Kulonprogo, Hidup Segan Mati Tak Mampu

Advertisement

Peribahasan hidup segan mati tak mau mungkin pantas untuk menggambarkan kondisi angkutan umum di Kulonprogo saat ini. Moda transportasi darat untuk angkutan desa tak lagi sejaya sepuluh tahun silam. Terminal sebagai salah satu tempat pemberhentian angkutan umum kian sepi. Berikut laporan wartawan Harianjogja.com Holy Kartika . S., Rabu (16/7/2014).

Tak peduli seberapa usang bus yang dikemudikan para sopir, angkutan mini antar-perdesaan itu masih kuat mengangkut penumpang yang masih setia. Kondisi bus memang tak layak dan penumpang kian sedikit.

Advertisement

Maryoto, 59, salah satu sopir angkutan desa jurusan Wates-Girigondo mengaku memang tak lagi banyak penumpang berminat naik angkutan. Banyak penumpang yang sekarang ini memilih sepeda motor. “Mau bagaimana pun tetap harus jalan. Paling tidak masih ada yang membutuhkan,” ujar Maryoto, Rabu.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kulonprogo Juwardi mengatakan usaha angkutan umum semakin memprihatinkan. Banyak angkutan yang terpaksa tak lagi beroperasi lantaran sepinya penumpang.

Salah satu faktor utama menurunnya peminat pengguna jasa transportasi ini akibat maraknya pengguna dan pemilik kendaraan pribadi.

“Sekarang ini sudah banyak orang yang punya sepeda motor. Jadi jarang ada yang mau naik angkutan lagi,” ujar Juwardi.

Setidaknya, jumlah angkutan umum di wilayah Kulonprogo tiap tahunnya dapat menurun 5% sampai 10%. Masalah itu tak hanya karena faktor penurunan penumpang. Belum siapnya infrastruktur di pedesaan juga turut membuat angkutan umum kian terpuruk dan sulit berkembang.

Hanya pada jam-jam sekolah, angkutan umum dapat beroperasi dengan lancar.

“Bisa dibilang angkutan umum di Kulonprogo saat ini hidup segan mati tak mau, apalagi angkutan umum pedesaan, dulunya cukup banyak. Sekarang malah banyak yang gulung tikar karena makin lama usaha ini tidak menguntungkan lagi,” imbuh Juwardi.

Kasi Angkutan Bidang Angkutan, Terminal dan Parkiran (ATP) Dishubkominfo Kulonprogo Sugiyono mengungkapkan angkutan umum, terutama untuk angkutan pedesaan terus menurun. Tahun 2013, angkutan desa yang masih beroperasi ada 93 unit.

“Kalau sekarang ini kami belum mengecek lagi di lapangan. Penyebabnya tak hanya kurang penumpang, tapi dari biaya operasionalnya saja sulit ditekan, apalagi kendaraan pribadi seperti motor makin banyak,” jelas Sugiyono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

BPJS Ketenagakerjaan Beri Keringanan Iuran 50 Persen Bagi Pekerja BPU

BPJS Ketenagakerjaan Beri Keringanan Iuran 50 Persen Bagi Pekerja BPU

News
| Sabtu, 04 April 2026, 11:37 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement