Kasus Antraks Ditemukan di Paliyan, Lima Warga Kontak Erat Dipantau
Kasus antraks ditemukan di Paliyan dan Semanu, Gunungkidul. Satu warga Paliyan positif, sedangkan lima kontak erat dipantau selama 60 hari.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Selama lebaran, petugas di Terminal Dhaksinarga Gunungkidul akan berkerja ekstra selama 24 jam. Hal ini dilakukan untuk memuluskan kebijakan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Gunungkidul untuk mewajibkan setiap bus masuk ke Terminal Dhaksinarga.
Selama ini banyak bus yang menurunkan penumpang di pool perusahaan otobus (PO) sendiri-sendiri.
“Bus-bus harus masuk ke terminal. Untuk itu, kami akan menyiapkan petugas jaga di jalur lintas bus malam,” kata Kepala UPT terminal Dhaksinarga Wonosari Trisulo Hartoko, Minggu (20/7/2014).
Dia menjelaskan, petugas yang disiapkan di antaranya berjaga-jaga di beberapa titik seperti simpang empat Selang, Wonosari serta Bundara Siyono Playen. Harapannya, begitu bus pemudik masuk di wilayah Kota Wonosari, petugas mengarahkan mereka menuju terminal sebelum masuk ke garasi.
“Kebijakan ini sebenarnya sudah dilakukan setahun silam. Tujuannya, demi menambah pendapatan asli daerah (PAD). Karena, setiap bus masuk dikenakan retribusi Rp5 ribu,” sebut Trisulo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus antraks ditemukan di Paliyan dan Semanu, Gunungkidul. Satu warga Paliyan positif, sedangkan lima kontak erat dipantau selama 60 hari.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menunjuk Wakil Bupati Klaten Mahanni Yulindha Pratiwi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Klaten
Sebanyak 283.270 kasus ISPA tercatat hingga 13 Oktober 2026. Simak lima kota dengan kualitas udara terburuk dan cara melindungi kesehatan.
Kebakaran Pegunungan Argopuro masih terpantau hingga Minggu pagi. Petugas memadamkan api di area terjangkau dan menghindari lokasi berisiko.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mengembangkan konsep aglomerasi wisata Borobudur-Kopeng-Rawa Pening (Bokor) untuk memperluas daya tarik pariwisata
KH Syukron Ma’mun, pendiri Ponpes Daarul Rahman, wafat di Jakarta Selatan setelah menjalani perawatan akibat gangguan jantung.