Alasan Siswa Sekolah Rakyat dari Gunungkidul Belajar di Sleman-Bantul
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Selama lebaran, petugas di Terminal Dhaksinarga Gunungkidul akan berkerja ekstra selama 24 jam. Hal ini dilakukan untuk memuluskan kebijakan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Gunungkidul untuk mewajibkan setiap bus masuk ke Terminal Dhaksinarga.
Selama ini banyak bus yang menurunkan penumpang di pool perusahaan otobus (PO) sendiri-sendiri.
“Bus-bus harus masuk ke terminal. Untuk itu, kami akan menyiapkan petugas jaga di jalur lintas bus malam,” kata Kepala UPT terminal Dhaksinarga Wonosari Trisulo Hartoko, Minggu (20/7/2014).
Dia menjelaskan, petugas yang disiapkan di antaranya berjaga-jaga di beberapa titik seperti simpang empat Selang, Wonosari serta Bundara Siyono Playen. Harapannya, begitu bus pemudik masuk di wilayah Kota Wonosari, petugas mengarahkan mereka menuju terminal sebelum masuk ke garasi.
“Kebijakan ini sebenarnya sudah dilakukan setahun silam. Tujuannya, demi menambah pendapatan asli daerah (PAD). Karena, setiap bus masuk dikenakan retribusi Rp5 ribu,” sebut Trisulo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.