IHSG Menguat ke 5.731, Saham BBCA dan BBRI Topang Penguata
IHSG dibuka naik 0,63% ke level 5.731. Penguatan ditopang BBCA, BBRI, dan AMMN meski sentimen ekonomi domestik masih membayangi pasar.
Pelepasan balon raksasa di Pedukuhan Paingan, Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih di Makam Paingan, Senin (28/7/2014) pagi. (Switzy Sabandar/JIBI/Harian Jogja)
Harianjogja.com, KULONPROGO-Pelepasan balon raksasa dilakukan ratusan warga Pedukuhan Paingan, Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih di Makam Paingan, Senin (28/7/2014) pagi. Kegiatan ini dilakukan seusai melakukan Salat Idul Fitri dan sebelum warga melakukan ziarah di makam Paingan.
Balon yang terbuat dari plastik dan direkatkan dengan lilin ini memiliki tinggi 10 meter dengan garis tengah empat meter. Untuk menerbangkan, balon dipanasi dengan kain goni yang dibakar. Pembuatan balon udara ini memakan waktu tiga hari dengan biaya Rp300.000.
Dukuh Paingan maryadi mengatakan tradisi ini tlah dilakukan sejak 1998. Menurutnya balon yang dirilis ke udara sebagai simbol pemberian maaf kepada sesama. Kegiatan ini dilakukan ratusan warga dari pedukuhan yang melakukan salat Id di dua masjid, yakni Masjid Ar Rohman dan Al Furqon.
“Tradisi ini dilakukan untuk menarik minat anak muda di wilayah tempat tinggal kami,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
IHSG dibuka naik 0,63% ke level 5.731. Penguatan ditopang BBCA, BBRI, dan AMMN meski sentimen ekonomi domestik masih membayangi pasar.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih berkomitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Bumi Handayani melalui program alam lestari.
Studi terbaru ungkap kucing lebih sehat jika punya akses luar rumah, terutama saat hidup bersama banyak kucing.
Pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2.2C Sleman-Gamping sepanjang 7,96 km resmi dimulai, exit tol direncanakan di Ambarketawang.
IHSG berpeluang lanjut menguat dan uji level 6.000, didorong sentimen IPO dan global yang membaik.
Sebanyak 33 kebakaran terjadi di Jogja Januari–Juni 2026, mayoritas dipicu korsleting listrik di permukiman padat.