Advertisement
Musda Hipmi DIY Diwarnai Kisruh
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA- Musyawarah Daerah (Musda) Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) DIY di Hotel Novotel sempat diwarnai kericuhan.
Kericuhan muncul karena dua kubu saling klaim sebagai pengurus Hipmi Bantul yang sah. Badan Pengurus Pusat (BPP) pun turun tangan.
Advertisement
Pasalnya, Badan Pengurus Cabang (BPC) Hipmi Bantul diwakili oleh dua kubu yang berbeda dan masing-masing mengklaim sebagai pemegang hak suara. Satu kubu hasil Muscab yang dikomandoi oleh Ketua Umum (Ketum) Tina Asmara dan kubu hasil Muscablub yang diketuai Ketum Febrianto Prio Jatmiko.
Kubu hasil Muscab memaksa masuk ke dalam ruang sidang dan berteriak agar pengurus hasil Muscablub keluar dari ruangan.
"Kami datang untuk mempertanyakan keberadaan caretaker yang menyalahi ADRT. Kalau mereka diizinkan mengikuti Musda, mengapa kami tidak? Pengurus hasil Muscab yang berhak," kata anggota Dewan Pembina Hipmi Bantul, Teddy Ghani Karim.
Protes tersebut ditanggapi oleh peserta di dalam ruang sidang. Suana sempat panas hingga terjadi adu mulut antara pengurus HIPMI Bantul hasil Muscab dengan Ketua BPD HIPMI DIY, Lilik Syaiful Ahmad. Lilik bahkan mempertanyakan kedatangan para pengurus hasil Muscab. "Kalian ada apa ke sini. Saya masih ketua BPD, tolong hargai," ujar Lilik dengan nada tingi.
Untuk meredam situasi yang semakin panas, sejumlah anggota Badan Pengurus Pusat (BPP) Hipmi turun tangan. Setelah suasana tenang, disepakati pengurus kubu hasil Muscab diizinkan mengikuti seremoni pembukaan Musda DPD Hipmi DIY. Pada pembukaan tersebut, panitia melarang awak media untuk mengikuti acara dan meminta untuk keluar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Iran Tolak Usulan Damai AS, Konflik Timur Tengah Kembali Memanas
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- WFH Jumat untuk ASN Sleman Mulai Digodok, Layanan Publik Tetap Jalan
- Jumat Agung, Tablo Salib di Gereja Pugeran Jogja Dihidupkan Anak Muda
- Kunjungi Museum Andi Bayou, DPRD DIY Susun Regulasi Baru
- Angin Kencang Terjang Sleman, Pohon Tumbang Timpa Mobil dan Rumah
Advertisement
Advertisement




