Advertisement
LAYANAN KB : Partisipasi Pedagang Pasar dalam KB Rendah, Mengapa?
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO-Partisipasi pedagang di pasar tradisional Kuloprogo dalam mengikuti program keluarga berencana (KB) masih rendah. Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPDPKB) Kulonprogo memprediksi para pedagang di pasar tradisional yang aktif dalam program KB hanya sekitar 10%.
"Jika dibuat perbandingan dari 100 pedagang pasar, hanya 10 orang yang aktif dalam KB," urai Kabid Keluarga Berencana Keluarga Sejahtera BPMPDPKB Kulonprogo Raden Yudono Hindri di sela-sela Gerakan Pemberdayaan Keluarga Pas Sasaran (Gerebek Pasar) di Pasar Wates, Kamis (16/10/2014) .
Advertisement
Dinilainya, penyebab partisipasi rendah karena minimnya informasi yang mereka peroleh terkait program KB. Selama ini masyarakat memahami KB sebatas alat kontrasepsi, padahal KB memiliki pengertian yang luas, seperti, pendewasaan perkawinan, penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang IUD, implan, vasektomi, tubektomi, dan sebagainya. Ia mengatakan penerapan program KB yang tepat dapat berdampak pada kehidupan sejahtera, mengurangi angka kematian ibu dan anak (AKI), serta mengentaskan kemiskinan.
Wakil Bupati Kulonprogo Sutedjo menilai dipilihnya pasar sebagai tempat promosi dan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) sudah tepat.
"Sebagian besar pelaku pasar menghabiskan waktunya untuk kegiatan di pasar sehingga mereka tidak memperoleh akses informasi tentang program KKBPK," jabarnya.
Kegiatan Gerebek Pasar juga diisi dengan kegiatan dialog interaktif, pendataan pedagang pasar oleh simpatisan KIE KB serta penyerahan kambing sebagai reward peserta medis operatif pria (MOP).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement





