Advertisement
CHIKUNGUNYA DI BANTUL : Ini Saran Dinas untuk Warga Trimulyo yang Diduga Terserang Chikungunya
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL- Kepala Seksi Surveilance Dinas Kesehatan Bantul Widayati mengaku telah menerima laporan dugaan pasien terjangkit chikungunya dari wilayah Trimulyo.
Namun, saat ini hasil uji laboratorium darah pasien belum keluar sehingga belum dapat dipastikan positif chikungunya atau tidak.
Advertisement
Menurut Wida, sapaan akrabnya, chikungunya termasuk salah satu penyakit yang harus diwaspadai saat musim hujan seperti sekarang.
Penyakit ini disebabkan gigitan nyamuk aedes, sama seperti penyebab penyakit demam berdarah (DB). Namun, chikungunya tidak menyebabkan kematian. “Dapat sembuh dengan sendirinya,” ucapnya, Minggu (16/11/2014).
Pasien akan merasakan pegal di persendian sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Wida menyarankan pasien segera berobat ke puskesmas bila mengalami demam panas dan pegal di persendian. Petugas kesehatan bakal memberi obat penurun panas dan penghilang pegal, untuk mengurangi rasa sakit.
Widayati menambahkan sepanjang tahun ini baru ditemukan dua pasien yang positif mengidap chikungunya berdasarkan hasil tes serum darah pasien.
Namun, pasien terduga chikungunya jumlahnya lebih banyak. Pasien itu di antaranya berasal dari Kecamatan Kasihan, Sewon, Banguntapan dan Imogiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




