Advertisement

Gunungkidul Bangun Taman Kota Berbasis Teknologi, Seperti Apa?

Redaksi Solopos
Jum'at, 05 Desember 2014 - 13:20 WIB
Mediani Dyah Natalia
 Gunungkidul Bangun Taman Kota Berbasis Teknologi, Seperti Apa?

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul berencana membangun kawasan taman kota berbasis teknologi untuk menunjang pertumbuhan pariwisata di daerah ini.

Kepala Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan Gunungkidul Irawan Jatmiko mengatakan pembangunan kawasan titik nol kilometer di depan
Pemkab Gunungkidul mulai dibangun pada 2015 dengan menelan dana Rp360 juta bersumber dari dana APBD 2015.

Advertisement

"Nantinya pagar di depan kantor pemkab akan dibuka, karena selama ini kelihatan tertutup," kata Irawan, Jumat (5/12/2014).

Ia mengatakan dalam pembangunan penada nol kilometer wilayah Gunungkidul akan dibangun taman kota, kursi pengunjung, dan beberapa
ornamen serta lampu sehingga diharapkan akan mempercantik kawasan pusat Kota Wonosari.

"Ada videotron yang akan menyuguhkan tentang pariwisata di Gunungkidul," katanya.

Selain itu, menurut Irawan, akan disediakan jaringan wifi yang bisa diakses masyarakat yang sedang beristirahat atau sengaja datang ke titik
nol KM

"Saat ini sedang dibahas mengenai wifi, dan kami masih fokus mengenai pembangunan kawasan titik nol KM," kata dia.

Sekretaris Daerah Gunungkidul Budi Martana mengatakan selain pembangunan kawasan nol KM, akan dibangun pusat kuliner sehingga wajah
pusat kota Gunung Kidul akan terlihat bersih.

"Seluruh pedagang kaki lima (PKL) akan direlokasi di kawasan pusat kuliner yang berada di depan taman kota," kata Budi.

Pembangunan ini nantinya akan berbasis teknologi informasi. Dimana setiap titik dikawasan nol KM, alun-alun, lobi pemkab di kawasan
Kuncung, dan kawasan pusat kuliner akan disediakan jaringan wifi.

"Saat ini, kami tengah bicarakan dengan pihak ketiga yang mau memberikan sponsor," kata dia.

Budi mengatakan pemasangan jaringan ini sebagai salah satu wujud upaya pemerintah untuk mengurangi akses negatif remaja di Gunungkidul
yang bisa disalurkan ke arah postif. Selain itu mendukung sektor pariwisata.

"DIY merupakan cyber city , saat ini baru Kota Jogja yang memilikinya, sedangkan kabupaten lain belum. Hal ini sebagai upaya untuk
mewujudkan DIY sebagai cyber city," katanya.

Selain di pusat kota, pemkab berencana membangun jaringan komunikasi dengan pihak ketiga di area 'blank spot' kawasan wisata pantai yang
selama ini belum ada sinyal. Hal ini untuk memaksimalkan potensi wisata yang selama ini belum terakses jaringan internet.

"Semoga dengan adanya jaringan komunikasi lancar akan memudahkan pembangunan wisata di kawasan pantai," kata Budi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop

Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop

News
| Sabtu, 04 April 2026, 15:57 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement