Advertisement

Seorang Ulama Ceramah di 3 Gereja, Ini Pesan yang Disampaikan

Rima Sekarani
Jum'at, 26 Desember 2014 - 15:20 WIB
Nina Atmasari
Seorang Ulama Ceramah di 3 Gereja, Ini Pesan yang Disampaikan

Advertisement

Seorang ulama yakni pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ummahat, Kotagede, Jogja melakukan ceramah di tiga gereja di Jogja

Harianjogja.com, JOGJA-Kesibukan di dunia maya ternyata sering membuat manusia tidak sempat menjumpai Allah.

Advertisement

“Kita sibuk dengan facebook, twitter, dan jadi tidak sempat berjumpa dengan Allah,” kata Kiai Haji (KH) Abdul Muhaimin, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ummahat, Kotagede, Jogja, Kamis (25/12/2014) malam.

Namun, materi soal berjumpa dengan Allah tidak dia sampaikan pada suatu pengajian di masjid, melainkan dalam perayaan Natal di tiga gereja.

“Tadi malam saya ceramah di GKI [Gereja Kristen Indonesia] Gejayan, tadi pagi di GKJ [Gereja Kristen Jawa] Samirono Baru, lalu jam 12.00 lanjut di Gereja Katolik Babarsari,” ungkapnya.

Muhaimin mengaku menyampaikan materi ceramah yang universal sehingga bisa dinikmati pemeluk agama apapun.

“Kita tentu tidak bicara soal akidah. Habluminannas saja, yaitu soal moral, kemanusiaan, religiusitas. Itu kan semua agama bisa ketemu,” papar Ketua Forum Persaudaraan Umat Beragama (FPUB) itu.

Salah satu yang disinggung Muhaimin adalah keluarga sebagai basis pendidikan manusia. “Gagalnya pendidikan saat ini adalah cermin resonansi dari kegagalan pendidikan di keluarga. Tanpa basis religiusitas, orang akan mudah terbawa arus dan merasakan kegersangan,” terangnya kemudian.

Muhaimin mengungkapkan, dia sama sekali tidak kikuk walau harus mengisi ceramah di gereja. “Tahun kemarin hanya kunjungan saja, tapi tadi ceramah juga. Biasa saja karena saya sudah ceramah di gereja dan vihara sejak 2001,” ujarnya.

Menurut Muhaimin, perbedaan agama tidak boleh dijadikan alasan untuk saling membenci. Semua manusia adalah ciptaan Tuhan yang harus saling menghormati tanpa mengurai keimanan masing-masing.

“Saya tadi juga datang [ke gereja] sebagai manusia. Siapapun manusia, harus dimuliakan. Ada tamu ke ponpes yang tidak beragama saja saya muliakan,” kata Muhaimin.

Ditanya soal kesan mengisi ceramah di tiga gereja sekaligus, Muhaimin menjawabnya dengan nada bercanda. “Saya tadi juga geguyon. Kalau Natal, saya malah lebih sibuk dari pastur dan pendeta,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Ternyata Selat Hormuz Sudah Dilintasi Ratusan Kapal

Ternyata Selat Hormuz Sudah Dilintasi Ratusan Kapal

News
| Sabtu, 04 April 2026, 17:57 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement