Karhutla Kaltim Capai 1.470 Kejadian, 6.333 Hektare Terdampak
Karhutla Kaltim mencapai 1.470 kejadian dengan area terdampak 6.333 hektare. Asap mengancam kesehatan, penerbangan, pendidikan, dan ekonomi.
Ilustrasi minuman keras (JIBI/Harian Jogja/Sunartono)
Kasus miras Bantul kembali terungkap. Penjualanmiras dikamuflase menggunakan bungkus plastik sengan harga yang sangat murah
Harianjogja.com, JOGJA- Dua penjual minuman keras (miras) di Bantul tertangkap. Mereka menjual miras dalam kemasan plastik.
Keduanya yakni dua pedagang bernama Totok Susanto, 44, warga Kotagede dan Asep Rudi Kosasih, 49, warga Dusun Pringgolayan, Desa Banguntapan.
Totok berhasil diamankan saat menjaga toko di Sorowajan, Banguntapan, dan Asep berhasil amankan di rumahnya. Dari tangan kedua pelaku, polisi berhasil mengamankan belasan miras dalam paket botol dan puluhan lainnya dalam paket plastik.
Puluhan plastik berisi miras oplosan diamankan dan langsung menjadi bahan awal untuk melacak tempat produksi. Di salah satu rumah pelaku, polisi kembali mendapatkan miras oplosan yang semula disembunyikan di ember berisi air terletak di belakang rumah.
Dari pengakuan kedua pelaku, miras merupakan hasil racikan sendiri dengan bahan ramuan dan minuman suplemen. “Alkohol didapatkan dari penjualan bebas di toko dan dicampur minuman suplemen,” papar Kepala Polsek Banguntapan, Tri Wahyuni, Kamis (1/1/2015).
Menurut pengakuan pelaku, miras plastikan ini biasa dijual dengan harga terjangkau untuk kalangan ekonomi bawah dan pelajar. Per plastik dijual Rp12.000 karena para pelanggan tak mampu membeli minuman resmi pabrikan.
Ditambahkan Kapolsek, praktik kedua pelaku sudah dilakukan beberapa bulan. Polisi semula mengalami kendala melakukan penangkapan sejak mendengar aduan dari masyarakat meluasnya miras di Banguntapan.
Praktik penjual miras cukup rapi dari pengamatan petugas karena hanya melayani pembeli tertentu yang sudah dikenal dengan transaksi melalui telepon atau sms untuk menjauhi incaran petugas.
Penjual juga tidak melayani pembelian dengan datang ke rumah atau toko, melainkan layanan antar atau pengiriman melalui seorang jasa kurir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Karhutla Kaltim mencapai 1.470 kejadian dengan area terdampak 6.333 hektare. Asap mengancam kesehatan, penerbangan, pendidikan, dan ekonomi.
AS mengerahkan dua baterai rudal Patriot tambahan ke Saudi dan Qatar untuk melindungi fasilitas energi di tengah ancaman konflik Iran.
Angka pernikahan di Jogja turun. Pendidikan, karier, ekonomi hingga ketakutan gagal berumah tangga memengaruhi keputusan anak muda.
Sebanyak 1.001 pembatik meramaikan Malioboro lewat Simfoni 1001 Pembatik, mengajak masyarakat mengenal proses dan budaya batik.
Angka pernikahan di Kota Jogja terus menurun. Kemenag mencatat rata-rata perempuan menikah usia 22-25 tahun dan laki-laki 25-28 tahun.
Pawukon merupakan bagian dari penanggalan Jawa yang mengenal 30 wuku. Simak perbedaan Pawukon, wuku, dan weton.