MUSIBAH AIRASIA : Identifikasi Gigi Lebih Cepat dan Tepat

Pakar odontologi forensik dari FKG UGM, Sudibyo (JIBI/Harian Jogja - Humas UGM)
06 Januari 2015 13:20 WIB Mediani Dyah Natalia Sleman Share :

Musibah AirAsia, dari tiga data primer, DNA, sidik jari dan gigi korban, identifikasi gigi merupakan cara yang paling tepat dan cepat.

Harianjogja.com, SLEMAN-Pakar Odontologi Forensik dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM), Sudibyo mengatakan dari berbagai data tersebut, identifikasi yang paling handal adalah lewat pemeriksaan gigi korban. Pasalnya gigi masih dalam kondisi utuh dan masih bisa diidentifikasi walaupun kondisi korban dalam keadaan terbakar, terbentur maupun terendam di air.

“DNA memang bisa, tapi butuh waktu lebih lama,”ujarnya usai bertemu dengan Rektor UGM, Dwikorita Karnawati, Senin (5/1/2015). Selain Sudibyo, UGM juga mengirimkan pakar odontogi forensik terbaik lain, Ahmad Syaify.

Menurut Sudibyo, proses identifikasi korban lewat gigi sebenarnya tidak sulit dengan cara mengetahui cerita dari para keluarga mengenai kondisi gigi korban selama masih hidup,

“Cerita keluarga sudah bisa memberikan bantuan bagi kita mengidentifikasi. Misalnya anak saya giginya tidak rata, lima bulan lalu gigi rahang pernah patah atau salah satu giginya pernah dicabut ke dokter gigi,” terangnya.

Meskipun kemungkinan korban tidak pernah memeriksakan giginya ke dokter gigi, imbuhnya, cerita keluarga dekat mengenai kondisi gigi korban sangat membantu tim.” Itulah yang saya lakukan saat pertama kali identifikasi Hayati Lutfiah Hamid, “ katanya.