30 Tahun Berlalu, Festival Udin Kembali Tagih Keadilan
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Sejumlah aktivis satwa Animals Indonesia berunjuk rasa di Titik Nol Kilometer, Rabu (7/1/2015). Mereka mendesak pemerintah membebaskan dua gajah dari Gembira Loka dan mengembalikan ke habitatnya. (JIBI/Harian Jogja/Ujang Hasanudin)
Aktivitas pemerhati satwa mendesak pemerintah mengembalikan dua gajah Sumatra ke Pusat Konservasi Gajah Seblat Bengkulu.
Harianjogja.com, JOGJA-Aktivis pemerhati satwa, Animals Indonesia melakukan unjuk rasa di Titik Nol Kilometer Malioboro, Rabu (7/1/2015). Mereka mendesak pemerintah membebaskan dua gajah Sumatra atau yang dinamai Shinta, 22, dan Natasya, 23, dari Kebun Binatang Gembira Loka (GL-Zoo).
"Kami sangat menentang pemindahan dua gajah ke Gembira Loka. Mereka harus dibebaskan, dikembalikan lagi ke Bengkulu," kata juru bicara Animals Indonesia Elizabeth Laksmi.
Menurut Elizabeth, pemindahan Shinta dan Natasya ke Gembira Loka pada awal Januari lalu merupakan preseden buruk. Sebelum dipindahkan, Shinta dan Natasya bisa hidup bebas di pusat konservasi gajah Seblat, Bengkulu, yang memiliki luas sekitar 7.000 hektare.
Selama tujuh hari dalam sebulan, keduanya juga mendapatkan kesempatan untuk mengeksplorasi kawasan alam yang luas, mendapatkan makanan langsung dari alam bebas dan mandi di sungai yang mengalir, karena mereka tidak akan meminum air yang tergenang.
"Bisa dibayangkan dengan kondisi Gembira Loka betapa stresnya mereka yang hanya ditempatkan di area seluas dua kali lapangan basket," papar Elizabeth.
Selain kondisi lingkungan, dikatakan Elizabeth, gajah memiliki hubungan emosional yang sangat erat dengan teman-temannya. Di Taman Wisata Alam Seblat, Bengkulu, Shinta dan Natasya bisa bertemu dengan orang-orang tertentu di habitatnya. Kondisi lingkungan yang berbeda antara Taman Seblat dan Gembira Loka akan mempengaruhi psikologis kedua gajah tersebut.
Shinta dan Natasya juga harus beradaptasi dengan lingkungan baru dan bisa jadi akan melalui tahapan pelatihan yang berat, kejam dan tanpa ampun.
"Di Jogja Shinta dan Natasya akan hidup di antara kerumunan orang yang diduga akan dijadikan tunggangan untuk menghibur para pengunjung," ungkap Elizabeth.
Elizabeth menegaskan, dalam waktu dekat Animals Indonesia perwakilan Jogja dan Animals Indonesia perwakilan Bengkulu akan membuat petisi kepada Gubernur Bengkulu agar menarik kembali Shinta dan Natasya dari Gembira Loka.
Data Animals Indonesia, populasi gajah sumatra sudah sangat mengkhawatirkan. Jumlahnya diperkirakan 2400-2800 ekor (versi WWF tahun 2000), paling sedikit dibanding jenis gajah lainnya. Internasional Union for Conservation of Nature (IUCN) bahkan menyatakan, kritis. Hanya selangkah lagi gajah sumatra menuju kepunahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Pegadaian meraih empat KESGI Award 2026 atas kinerja ESG di sektor inklusi keuangan, meliputi pilar lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Maarten Paes disorot media Vietnam setelah Indonesia menahan Malaysia 0-0. Paes dinilai berperan penting saat Garuda bermain 10 pemain.
Cara cek BPJS Kesehatan nunggak atau tidak bisa dilakukan lewat Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165. Simak langkah lengkapnya.
SUV boxy makin populer di pasar global. Desainer Chery menilai desain mengotak bukan sekadar tren dan punya alasan fungsional.
Amri/Nita meraih medali perak Asian Games 2026 setelah kalah 19-21, 8-21 dari Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin di final.