PENATAAN KOTA JOGJA : Apakah Calung Termasuk Pengemis?

14 Januari 2015 23:20 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Penataan Kota Jogja ke depan berkisar pengaturan pengamen jalanan musik calung. Sebab kelompok musik ini dinilai bilan lagi sebagai pengamen melainkan pengemis.

Harianjogja.com, JOGJA-Pengamen jalanan musik calung mulai menjadi masalah pengemisan berkelompok di perkotaan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala UPT Panti Karya Kota Jogja, Waryono. UPT Panti Karya kesulitan menertibkan pengamen dengan calung yang kini semakin bertebaran di sejumlah titik di Kota Jogja. Ia menyebut, calung perlu ditertibkan karena bukan lagi sekedar mengamen namun mulai melakukan tindak pengemisan.

"Kalau hanya bernyanyi sembari cukup menyediakan kotak atau wadah untuk tempat uang pengendara yang mendengar, supaya pengendara meletakkan sendiri uang mereka, itu tak apa. Tapi kalau sudah membawa kotak sambil berkeliling, jadinya pengemisan," jelasnya, Senin (12/1/2015).

Ditambah lagi, mereka banyak yang berasal dari luar kota dan berkelompok. Dan hal tersebut masuk dalam pelanggaran Peraturan Daerah No.1/2014 mengenai pengemisan berkelompok.