BANJIR LAHAR HUJAN : Warga Bantaran Sungai Gendol dan Opak Diminta Waspadai

JIBI/HARIAN JOGJA/DESI SURYANTOBERSIHKAN SISA BANJIR: Warga Cokrodirjan bergotong-royong membersihkan lumpur yang masuk ke jalan dan perkampungan, Selasa (30 - 11). Banjir lahar hujan yang melanda sejumlah perkampungan di bantaran sungai Code menyisakan material vulkanik berupa pasir dan lumpur.
15 Januari 2015 20:40 WIB Rima Sekarani Sleman Share :

Banjir lahar hujan mengancam warga di sepanjang Sungai Gendol dan Opak.

Harianjogja.com, SLEMAN-Mengingat curah hujan yang masih tinggi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Julisetiono Dwi Wasito meminta warga di sepanjang Sungai Gendol dan Opak meningkatkan kewaspadaan. Sesuai rencana kontijensi BPBD Sleman, ancaman banjir lahar hujan masih patut diperhitungkan.

Juli mengungkapkan, setidaknya ada 41 dusun di sepanjang Sungai Gendol dan Opak yang rawan banjir lahar hujan. Puluhan titik tersebut tersebar di wilayah Cangkringan, Ngemplak, Kalasan, dan Prambanan.

“Terbanyak ada di Desa Argomulyo, Cangkringan,” kata Juli, saat meninjau pemasangan Early Warning System (EWS) bencana longsor di Prambanan, Selasa (13/1/2015).

Juli memaparkan, berdasarkan pantauan tim di lapangan, titik jenuh di Sungai Gendol dan Opak sudah hampir mendekati ambang batas.

“Masyarakat kami imbau untuk memperhatikan hal ini. Kita harus meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi banjir,” ujarnya menegaskan.