4.278 Anak di Sleman Tak Sekolah, Gandheng ATS Resmi Diluncurkan
Sebanyak 4.278 anak di Sleman tercatat tidak sekolah. Pemkab meluncurkan Gandheng ATS berbasis EWS untuk mendeteksi risiko putus sekolah.
Bus Sekolah - Instagram: Dinas Perhubungan Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Kenaikan harga BBM nonsubsidi mulai dirasakan dampaknya pada layanan bus sekolah yang dikelola Dinas Perhubungan Sleman. Tekanan anggaran muncul karena armada menggunakan BBM jenis nonsubsidi sebagai kebutuhan utama operasional harian.
Meski demikian, layanan antar-jemput siswa masih berjalan normal tanpa pengurangan rute maupun jadwal. Hal ini dilakukan untuk menjaga aksesibilitas dan keselamatan pelajar yang bergantung pada fasilitas tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Sleman, Heri Kuntadi, memastikan operasional tetap berjalan sambil menunggu hasil evaluasi anggaran yang sedang dilakukan.
“Saat ini masih normal, tetapi kami sedang menghitung ulang kebutuhan anggaran BBM agar sesuai dengan harga terbaru,” ujarnya.
Langkah perhitungan ulang ini menjadi penting untuk memastikan layanan tetap berkelanjutan dalam jangka menengah hingga panjang. Kenaikan harga BBM dinilai menjadi tantangan serius bagi transportasi publik berbasis operasional harian.
Kepala Bidang Angkutan dan Keselamatan Dishub Sleman, Marjana, menyebutkan bahwa BBM untuk bus sekolah menggunakan dexlite dengan harga sekitar Rp23.600 per liter.
Ia menambahkan bahwa alokasi anggaran dari APBD masih akan dihitung ulang untuk menyesuaikan kebutuhan tahun 2026.
Saat ini, layanan bus sekolah di Sleman dioperasikan oleh empat unit armada. Satu unit tambahan sebenarnya telah dimiliki pemerintah daerah, namun belum dapat digunakan karena belum dilengkapi fasilitas pendukung.
Kepala Seksi Keselamatan Transportasi Dishub Sleman, Rosalyna Setia Wardhani, menjelaskan operasional bus berjalan pada hari kerja dengan dua sesi layanan, yakni pagi dan sore.
Pada pagi hari, bus beroperasi pukul 06.00–07.00 WIB, sedangkan jadwal kepulangan berlangsung pukul 14.30–15.30 WIB untuk Senin–Kamis, dan pukul 14.00–15.00 WIB pada Jumat. Layanan tidak beroperasi pada Sabtu, Minggu, serta hari libur nasional.
Untuk rute, koridor pertama melayani jalur dari Kantor Dishub Sleman menuju Pasar Belut Godean melalui sejumlah titik seperti Jalan Beran Pangukan, Jalan Wadas Cebongan, hingga Jalan Demak Ijo Kebon Agung.
Sementara itu, koridor kedua melayani rute sebaliknya dari Pasar Belut Godean kembali ke Kantor Dishub Sleman melalui jalur yang sama.
Dengan kondisi harga BBM yang terus berfluktuasi, Dishub berharap dapat menemukan solusi agar kualitas layanan tidak menurun. Bus sekolah dinilai memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas sekaligus keselamatan pelajar di Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 4.278 anak di Sleman tercatat tidak sekolah. Pemkab meluncurkan Gandheng ATS berbasis EWS untuk mendeteksi risiko putus sekolah.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.