APBD BANTUL : Wow, 12 Tahun Dana Abadi Desa Sebesar Rp1,5 miliar Diduga Ngendon

19 Januari 2015 19:20 WIB Bantul Share :

APBD Bantul pada tahun 2003 mencatat adanya dana abadi desa Rp1,5 miliar yang mengendap. Adanya dana sebesar itu baru diketahui awal tahun ini.

Harianjogja.com, BANTUL - DPRD Bantul menemukan mata anggaran ngendon sekitar 12 tahun lamanya di salah satu instansi Pemkab Bantul. Nilai anggaran berjumlah Rp1,5 miliar sampai saat ini tidak jelas juntrungannya.

Wakil Ketua DPRD Bantul Nur Subiyantoro mengatakan temuan anggaran mangkrak selama 12 tahun tersebut masih tertera dalam dokumen publik APBD Bantul Tahun 2003. Belum pernah ada kejelasan penyerapan bernama dana abadi desa secara detail sehingga muncul kekhawatiran anggaran tersebut hanya akan menguap hilang.

“Ada kejanggalan yang perlu kami tindaklanjuti dengan meminta keterangan pihak-pihak terkait guna mendapatkan kepastian dana itu agar lebih jelas keberadaan karena nilainya lumayan besar,” katanya kepada Harianjogja.com, Minggu (18/1/2015).

Nur membeberkan pos anggaran bernama dana abadi desa tersebut tertera dalam satuan kerja perangkat daerah (skpd) Bagian Pemerintahan Desa Sekretariat Daerah tahun 2003. Politisi Partai Gerindra yang juga mantan Kepala Desa Pleret mengaku semasa aktif di desa memang pernah mendengar penggunaan sepertiga dari nilai anggaran tersebut atau Rp500 juta diakses wadah paguyuban Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Bantul untuk kepentingan simpan pinjam anggota dan bersifat abadi.

“Tapi ya kalau tidak salah Rp500 juta. Selebihnya saya tidak mengetahui. Atas dasar itu, kami berniat untuk mempertanyakan itu ke eksekutif,” tambahnya. Wakil ketua DPRD Bantul menyatakan anggaran tersebut perlu dilacak keberadaannya agar bisa digunakan untuk program kegiatan yang bermanfaat.

Terpisah, mantan kades di Banguntapan, Endro Sulastomo, yang kini juga menjabat sebagai anggota legislatif Bantul juga menyatakan ketidaktahuan anggaran sebesar tersebut. Menurut Endro, sejak masih melayani masyarakat di pemerintahan desa hingga 2014 kemarin, anggota komisi membidangi urusan pemerintahan di DPRD Bantul mengaku belum pernah mengakses pos dana abadi desa.

“Sampai sekarang saya malah tidak tahu anggaran itu sekarang bagaimana,” singkat politisi diusung dari PDI Perjuangan.

Sementara itu, Kepala Bagian Pemerintahan Desa Setda Bantul Stefanus Heru Wismantoro memastikan anggaran Rp1,5 miliar tersebut dipastikan sudah tidak ada di rekening skpd yang dipimpinnya. Heru memastikan jika anggaran tersebut masih dalam rekening instansi yang dipimpin pasti akan muncul terlihat.

“Dipastikan untuk sekarang nomenklatur itu sudah tidak ada lagi,” katanya melalui sambungan telepon.

Nomenklatur : Dana Abadi Desa
Tahun : APBD 2013
Satuan Kerja : Bagian Pemdes Setda Bantul
Nilai anggaran : Rp1,5 miliar
Penyerapan : Simpan Pinjam Apdesi Bantul Rp500 juta
Sisa : Rp 1 miliar (Belum Jelas).
Sumber : Diolah.