HARGA BBM : Belum Ada Kesepakatan tentang Penurunan Tarif Angkutan

Bisnis/Nurul HidayatKUALITAS ANGKUTAN UMUMAntrian bus menunggu penumpang di terminal Blok M, Jakarta, Kamis (10 - 4). Angkutan umum yang layak saat ini hanya mengitari sepertiga dari luas Jakarta yang lebih dari 600 km, atau sekitar 200 km persegi saja dan penumpang yang menggunakan angkutan non/transjakarta mencapai 80 persen dan juga tidak didukung dengan kualitas yang layak.
20 Januari 2015 10:20 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harga BBM sudah turun namun tarif angkutan belum turun karena belum ada kesepakatan

Harianjogja.com, JOGJA- Ketua Organda DIY Agus Adriyanto menyatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) untuk membahas penyesuaian tarif angkutan setelah turunnya harga bbm bersubsidi.

Namun, kata dia, belum ada kesepakatan soal hitungan batas tarif yang harus diberlakukan. “Kami akan koordinasi dulu dengan para operator angkutan di DIY. Secepatnya akan koordinasi lagi dengan Dishubkominfo,” kata dia, Senin (19/1/2015).

Agus mengaku ini masih bingung menyesuaikan tarif angkutan umum dalam waktu dekat. Padahal, ia mengklaim, tarif baru yang naik per Desember 2014 saja belum berjalan maksimal.

Operator angkutan diakuinya juga meminta jaminan bagaimana jika harga BBM bersubsidi itu naik kembali dalam waktu dekat.

Dalam pertemuan awal yang membahas penyesuaian tarif angkutan dengan Dishubkominfo DIY, kemarin, Agus pun sudah menyampaikan beberapa opsi, di antaranya tarif angkutan ditinjau per enam bulan sekali, tidak dalam waktu singkat.

Hal itu diakui Agus karena operator angkutan butuh mempersiapkan, terutama untuk angkutan taksi.

“Karena taksi butuh mengganti perangkat argo dan tera yang butuh teknisi khusus,”  ujar Agus yang juga sebagai Direktur Perusahaan Otobus Langen Mulyo.