Penyebab Kekeringan Bantul dan Gunungkidul, Siaga Darurat Ditetapkan
Status siaga darurat kekeringan ditetapkan di Bantul dan Gunungkidul. Pakar UMY menjelaskan penyebab hingga langkah mitigasinya.
Bandara Kulonprogo dan Landas Pacu Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) DIY dapat berdiri berdampingan.
Harianjogja.com, SLEMAN-Meski mendapat rekomendasi dari Kantor Otoritas Bandara Wilayah III untuk dipindah, Lanud Adisutjipto Jogja mempertahankan keberadaan Landas Pacu Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) DIY yang terletak di kawasan Pantai Depok, Bantul. Sebab berdasarkan kajian KKOP, landasan tersebut tidak akan mengganggu Bandara Kulonprogo.
Danlanud Adisutjipto Marsma TNI Yadi I. Sutanandika menjelaskan untuk menentukan aman atau tidak harus ada hasil kajian Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP). Dalam hasil kajian yang sudah dilakukan, kata dia, bahwa ada beberapa kategori landasan mulai satu, dua dan tiga. Tetapi pada intinya untuk calon Bandara Internasional sekelas Kulonprogo nantinya, KKOP sudah berjarak 15 Km radius dari ujung-ujung landasan dengan ketinggian tertentu.
"Kalau sudutnya sekitar 2% dari jarak, jadi kalau jaraknya 5 Km ya 5% dari 5 Km itu merupakan sudutnya. Nah Depok yang digunakan untuk olahraga Fasi tidak seluas KKOP untuk Bandara Kulonprogo," urainya dalam temu awak media di Wisma Adisutjipto, Lanud setempat, Selasa (20/1/2015).
Dari sisi pendaratan, lanjutnya, jarak antara calon Bandara Kulonprogo dengan Landas Pacu Depok sekitar 27 kilometer. KKOP Landas Pacu Depok sekitar tiga kilometer dan KKOP Bandara Kulonprogo 15 kilometer. Sehingga masih ada safe horizontal separation sebanyak sembilan kilometer.
Dari sisi ketinggian jika mengikuti safe altitude, maka masih ada ruang udara vertikal sekitar 2000 kaki atau 700 meter. Ruang itu menjadi jarak antara pesawat FASI dengan pesawat komersial yang jika secara kebetulan melakukan pendaratan dalam waktu bersamaan. Perkiraan itu diambil dari rumus Minimum Sector Altitude (MSA) atau ketinggian terendah dengan jarak 1000 kaki. Caranya dengan menambahkan antara elevasi (posisi vertikal) bukit tertinggi di timur Landas Pacu Depok yaitu 1500 meter dengan rumus pakem 2000 kaki. Sehingga hasilnya diketahui ada ruang udara sekitar 3500 kaki.
"Secara normal pesawat [komersial] yang [akan landing] melewati kawasan sana [Depok] akan terbang di atas ketinggian 3500 kaki. Dengan demikian masih ada space 2000 kaki karena ketinggian giat FASI atau aero wisata Depok maksimal 1500 kaki," jelasnya.
Karena itu, kata Yadi, dari persepsi keduanya maka tidak saling ganggu antara Bandara Kulonprogo dengan Landas Pacu Depok, yang terjadi nantinya justru malah saling mendukung. Mengingat kawasan Depok menjadi kawasan aerosport center.
"Mungkin yag dimaksud bahaya [oleh Otorita Bandara] apabila kondisi emergency atau di luar normal. Dari hasil riset kami seperti itu. Dalam waktu dekat hasil riset ini akan kami komunikasikan dengan pihak otoritas Bandara Wilayah III," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Status siaga darurat kekeringan ditetapkan di Bantul dan Gunungkidul. Pakar UMY menjelaskan penyebab hingga langkah mitigasinya.
Truk bermuatan semen terguling di Ring Road Selatan Bantul usai diduga gagal menyalip. Arus lalu lintas sempat terganggu sebelum kembali normal.
Presiden Prabowo memanggil Jaksa Agung, Kapolri, dan Menhan untuk menerima laporan serta menjaga stabilitas di tengah perkembangan kasus hukum.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo meraih penghargaan dalam Jogja Brand and Business Awards (JBBA) 2026 pada klaster Ekonomi Berkelanjutan dan Kebudayaan
Pakar UMY menegaskan PPN 11% Strava bukan pajak olahraga, melainkan dikenakan pada layanan premium aplikasi digital berbayar.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan pentingnya membangun bisnis berbasis nilai dan kepercayaan dalam era ekonomi modern.