KASUS MALARIA : Kulonprogo Belum Juga Bebas Malaria

JIBI/Desi SuryantoPetugas Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta melakukan pengasapan nyamuk yang bersarang di lingkungan perumahan penduduk di Kampung Gendeng Cantel, Muja-muju, Umbulharjo, Yogyakarta, Senin (23/12 - 2013). Pengasapan itu berupaya mengurangi populasi nyamuk yang membawa dan menularkan beragam penyakit seperti, demam berdarah, malaria, filariasis, encepalitis dan chikungunya. Selama sebulan terakhir ini sedikitnya sudah 21 warga Gendeng Cantel terserang chikungunya.
21 Januari 2015 02:20 WIB Kulonprogo Share :

Kasus malaria, hingga saat ini Kulonprogo belum juga bebas dari penyakit yang ditularkan nyamuk tersebut.

Harianjogja.com, KULONPROGO - Kasus penyakit malaria di Kulonprogo terus mengalami penurunan setiap tahunnya. Namun, sampai saat ini, Bumi Menoreh masih menjadi kabupaten yang belum terbebas penyakit malaria. (Baca Juga :http://www.harianjogja.com/baca/2013/12/10/pemkab-kulonprogo-pesimistis-2015-bisa-bebas-malaria-473051"> Pemkab Kulonprogo Pesimistis 2015 Bisa Bebas Malaria)

Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo Bambang Haryatno mengungkapkan, kasus kejadian malaria di kabupaten ini terus dipantau. Pasalnya, dari empat kabupaten dan satu kota di DIY, Kulonprogo masih belum terbebas dari penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles itu.

"Sebagian besar wilayah pegunungan perlu diwaspadai. Namun, di Kulonprogo ada dua kecamatan yang menjadi endemis malaria, yakni Kokap dan Girimulyo," ujar Bambang kepada Harianjogja.com, Senin (19/1/2015).

Bambang mengungkapkan dua kecamatan tersebut tak hanya berada di wilayah pegunungan yang rawan penyebaran penyakit tersebut. Akan tetapi, juga karena berbatasan dengan wilayah Purworejo, Jawa Tengah. Adapun tingkat kasus malaria di daerah itu sangat tinggi. Bahkan, angka kasus malaria di daerah tersebut mencapai sekitar 700 kasus.

"Pengendalian terhadap penyakit ini di sana [Purworejo] tidak seperti di Kulonprogo. Apalagi mobilitas masyarakat Kulonprogo ke daerah tersebut juga sulit untuk dibendung, sehingga penularan malaria dari daerah itu sangat potensial terjadi," kata Bambang.

Lebih lanjut Bambang menambahkan, kasus malaria di Kulonprogo terus mengalami penurunan. Tahun 2013 terdapat sekitar 132 kasus malaria dan di tahun 2014 turun menjadi 88 kasus. Upaya pengendalian malaria terus ditingkatkan, agar kelak kabupaten ini terbebas dari ancaman malaria.