MITIGASI BENCANA : 54 Desa di 6 Kecamatan Gunungkidul Rawan Longsor

22 Januari 2015 21:20 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Mitigasi bencana untuk mencegah dampak longsor di Gunungkidul dilakukan dengan pemasangan EWS.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul akan memasang sistem peringatan dini bencana longsor. Alat ini dipasang sebagai upaya mengurangi dampak saat terjadi bencana longsor.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Budi Harjo belum memastikan jumlah early warning sistem (EWS) yang akan dipasang. Pasalnya, petugas masih melakukan pendataan terhadap lokasi yang akan dipasang sistem tersebut. Dia menjelaskan sistem peringatan dini perlu dipasang guna menghindarkan jatuhnya korban saat terjadi longsor. Sebab, potensi longsor di Gunungkidul terhitung tinggi, yang meliputi enam kecamatan (Nglipar, Gedangsari, Semin, Ngawen, Ponjong, Patuk) dengan rincian 54 desa.

“Alat itu dipasang untuk mengetahui adanya pergeseran tanah. Sebab, saat pergeseran terjadi maka secara otomatis akan memberikan sinyal tanda bahaya,” papar Budi, Rabu (21/1/2015).

Pemasangan sistem peringatan tersebut akan berkoordinasi dengan BPBD DIY. Rencananya pemasangan alat itu tidak jauh-jauh dari wilayah yang masuk zona rawan longsor di Gunungkidul.

“Kita tunggu hingga pendataan selesai dilakukan. Dari situ akan ketahuan mana saja yang mendesak dipasang EWS,” kata dia.

Selain berupaya menyediakan alat peringatan dini, BPBD Gunungkidul juga menyediakan bantuan logistik berupa bahan pangan dan matrial. Logistik ini diberikan kepada warga yang menjadi korban tanah longsor.

“Untuk bantuan material diutamakan untuk mereka yang rumahnya rusak parah. Kami juga menyarankan kepada warga yang berada di lokasi rawan agar mau direlokasi,” ungkapnya.