LONGSOR BANTUL : Akses Jalan 2 Desa Terancam Putus

Warga gotong royong membersihkan sisa material longsor yang mengenai salah satu rumah warga di Desa Banjarsari, Kamis (4/12/2014). (JIBI/Harian Jogja - Holy Kartika N.S.)
23 Januari 2015 03:20 WIB Bantul Share :

Longsor Bantul dapat mengancam putusnya akses jalan di Selopamioro dan Imogiri.

Harianjogja.com, BANTUL - Komisi A DPRD Bantul menilai akses jalan desa di kecamatan Selopamioro dan Imogiri terancam putus karena berada di wilayah paling rawan longsor. Dewan memerintahkan agar ada kesiapsiagaan masyarakat dan langkah antisipatif dari pemerintah apabila hujan deras terus mengguyur dalam sepekan kedepan.

"Ada tiga lokasi yang kita tentukan rawan bencana harus menjadi pemantauan intensif. Jika turun hujan deras bebeberapa hari masyarakat dan pemkab harus bersiap," kata anggota Komisi A DPRD Bantul Nur Laili Maharani kepada Harianjogja.com usai meninjau lokasi rawan bencana, Rabu (21/1/2015).

Tinjauan dewan ke lokasi rawan bencana yang berada dua lokasi di Desa Selopamioro dan satu lokasi di desa Sriharjo. Ketiganya lokasi tersebut berada di Kecamatan Imogiri.

Tinjauan dewan di lokasi rawan bencaca pertama yakni Dusun Kedung Jati, Selopamioro, dimana lokasi pemukiman warga berada di kawasan perbukitan. Kondisi tanah diatas cukup berbahaya apabil curah hujan tinggi.

"Hujan deras lebih dari satu jam warga harus siaga, apalagi Desember 2014 lalu lokasi ini sudah longsor. Jadi perlu langkah kewaspadaan dini," ujarnya.

Terlebih, di daerah daerah paling tenggara Bantul ini ditemukan lokasi rawan bencana lain yakni Dusun Nogosari. Akses jalan utama dusun sudah mulai longsor. Banyak bebatuan sudah menutup lebar badan jalan. Politisi PKB ini menambahkan upaya preventif pemerintah melalui Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) bermitra dengan desa atau dusun perlu dilakukan untuk membentuk desa siaga dan tanggap bencana di kawasan rawan bencana ini.

Lain halnya lokasi rawan bencana banjir di Dusun Kedungmiri di Desa Sriharjo, dewan mendapatkan jalan kampung di sepanjang aliran Sungai Oya rawan tergerus. Komisi A merekomendasi kondisi Sungai Oya yang cukup deras cukup mengancam kondisi jalan di sepanjang sungai yang sampai saat ini belum tersentuh kebijakan antisipasi. Komisi bidang pemerintahan ini menyatakan pembuatan beronjong sepanjang sungai mendesak untuk diprioritaskan Pemkab Bantul.