Gunungkidul Emergency Service : Empat Kendaraan Tiba, GES Siap Dirintis

Presiden dan CEO Kochi Toyota Motors Corporation Japan Makoto Toshioka (kiri) bersama Bupati Gunungkidul Badingah di markas GES di DPU Gunungkidul. (JIBI/Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah)
27 Januari 2015 03:20 WIB Kusnul Isti Qomah Gunungkidul Share :

Gunungkidul Emergency Service menerima bantuan berupa empat unit kendaraan.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Empat unit kendaraan pendukung Gunungkidul Emergency Service (GES) diserahterimakan, Senin (26/1/2015). Bupati Gunungkidul Badingah berujar GES sudah bisa dirintis.

Badingah mengatakan, empat unit mobil tersebut merupakan bantuan dari Kochi Toyota Motors Corporation Japan. Ada pun empat unit mobil tersebut terdiri dari satu unit ambulans dan tiga unit mobil pemadam kebakaran.

“Kendaraan sudah ada, dana juga sudah disapkan sehingga program ini bisa mulai dirintis dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar dia kepada Harianjogja.com usai serah terima kendaraan di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Senin (26/1/2015).

Badingah menjelaskan dana yang disediakan dari APBD Gunungkidul untuk GES yakni Rp700 juta selama 2015. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai penanganan korban di lokasi serta membiayai transportasi dari lokasi darurat hingga Puskesmas maupun rumah sakit jika memang harus dirujuk.

Ada pun kodisi darurat yang ditangani, menurut dia, kecelakaan, darurat penyakit, kebakaran, hingga bencana alam. GES ini berjejaring dengan BPDB Gunungkidul,
UPT Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan, Puskemas, RSUD, PM Gunungkidul, serta rumah sakit swasta.

“Saat ini baru ada satu titik markas GES sehingga belum bisa menjangkau seluruh wilayah Gunungkidul,” ungkap dia.

Adapun markas pertama di DPU Gunungkidul. Badingah menjelaskan jangkauan wilayah yakni jarak 20 menit dari markas. Namun, jika ada kondisi darurat misal kecelakaan di luar jangkauan, penanganan akan dilakukan oleh Puskesmas setempat. Selain itu, lanjut dia, misal seluruh kendaraan keluar untuk menangani kondisi
darurat, maka operator akan menghubingi phak terkait misal PMI Gunngkidul untuk menangani kondisi darurat tersebut. Warga bisa mengakses nomor telepon 392 119.

“Rencananya, akan ada empat titik markas yakni satu di Wonosari, di wilayah utara, tengah, dan selatan,” ungkap dia.

Presiden dan CEO Kochi Toyota Motors Corporation Japan Makoto Toshioka mengatakan, empat unit mobil tersebut diharapkan bisa mendukung GES di Gunungkidul. Ia mengakui, keempat mobil tersebut bukan mobil baru. Namun, dia menjamin kondisi mobil tersebut masih sangat bagus. Misalnya saja untuk mobil pemadam
kebakaran, salah satunya baru digunakan sejauh 1.500 km, sedangkan lainnya 8.000 km.

“Jika membeli baru, harganya sangat mahal. Misalnya satu unit ambulans seharga 30juta yen [sekitar Rp3,15 miliar] sedangkan satu mobil damkar sekitar 80juta yen [Rp8,4 mliar]. Untuk nilai rupiah keempat mobil ini sekitar 10 juta yen [Rp1,05 miliar],” ungkap da.

Toshioka menjelaskan untuk mencari kendaraan Damkar sangat sulit di Jepang. Namun, usaha keras tersebut membuahkan hasil. Pihaknya mencari mobil tersebut dari pemerintah setempat, rumah sakit hingga pemadam kebakaran. Setelah mobil tersebut dihibahkan kepada mereka, barulah dihibahkan kepada Gunungkidul.

“Kami berencana mengirim dua unit lagi mobil pemadam kebakaran. Setelah itu, kami juga akan kembali mengirim ambulans,” ungkap dia.