Advertisement
PENEMUAN FOSIL KAYU : Sudah Lama Diketahui, Baru Disadari Saat Ini
Advertisement
Penemuan fosil kayu seberat 400 Kg terjadi di Dusun Krinjing Gunungkidul.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Warga Dusun Krinjing, Desa Mertelu, Kecamatan Gedangsari menggali benda yang diduga fosil kayu, Rabu (4/2/2015).
Advertisement
[caption id="attachment_574590" align="alignright" width="213"]http://images.harianjogja.com/2015/02/fosil-batu-gunungkidul.jpg">http://images.harianjogja.com/2015/02/fosil-batu-gunungkidul-213x320.jpg" width="213" height="320" /> Batu yang diduga fosil kayu yang digali dari pekarangan milik Wahyu Pinuji. Proses penggalian dilakukan selama satu minggu. Baru pada Rabu (4/2/2015), batu
tersebut diletakkan di halaman rumah Wahyu Pinuji. (JIBI/Harian Jogja/Kusnul Istiqoma)[/caption]
Wahyu Pinuji, 28, warga Krinjing mengatakan menggali batu tersebut bersama pamannya. Batu tersebut terkubur di pekarangan di sebelah timur rumahnya. Jarak dari rumah sekitar 20 meter. Proses penggalian dilakukan selama satu minggu. Baru pada Rabu (4/2/2015) batu tersebut diangkat.
Ia menduga batu tersebut merupakan benda purbakala. Ia meyakini, batu tersebut merupakan fosil kayu. Pasalnya, bentuknya seperti segelondong kayu. Batu tersebut memiliki keliling 2,25 meter dengan tinggi sekitar 80 sentimeter.
"Di bagian tengahnya ada lingkaran-lingkaran seperti kayu. Bagian luarnya seperti kulit kayu. Beratnya kira-kira empat kwintal," ungkap dia kepada Harianjogja.com ketika ditemui di rumahnya, Rabu (4/2/2015).
Wahyu menambahkan batu tersebut diyakini sebagai fosil kayu jati. Hal itu ia dasarkan pada bentuk serat kayu yang serupa dengan serat kayu jati. Saat ini, benda tersebut diletakkan di halaman rumahnya untuk pajangan setelah dicuci.
Ia mengungkapkan keberadaan benda tersebut sudah diketahui warga sejak lama. Bahkan, ia mengaku sudah mengetahui adanya benda tersebut sejak kecil. Namun, mulai tahun 2000, benda yang semula tampak dari luar itu, terkubur tanah karena ada pembangunan jalan.
"Dulu warga mengira itu cuma batu biasa. Tapi akhir-akhir ini saya mengetahui kalau benda itu seperti fosil setelah mencari-cari di internet," imbuh dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Usulan Kurikulum Keselamatan Transportasi Muncul Usai Tragedi Bekasi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Kasus Little Aresha, Sultan Tutup Semua Daycare Tak Berizin di DIY
- Pemkab Sleman Usulkan Proyek Infrastruktur 2026, Fokus Jalan dan Pasar
- Lurah se-DIY Diperkuat, Sultan Minta Dana Desa Bebas Korupsi
- Jadwal KRL Jogja-Solo 29 April 2026, Berangkat dari Tugu 05.05 WIB
- Jadwal KRL Solo-Jogja 29 April 2026 Lengkap Semua Stasiun
Advertisement
Advertisement




